Ringkasan Penelitian

Hubungan Besar Pembiayaan BMT Al-Markas terhadap Peningkatan Pendapatan UMKM Berbasis Syariah di Kota Makassar

Judul Penelitian:

Hubungan Besar Pembiayaan Murabahah Baitul Mal Wat Tamwil  (BMT) Al-Markas terhadap Peningkatan Pendapatan UMKM Berbasis Syariah di Kota Makassar


Tahun Penelitian:

2017


Nama Peneliti:

Rustang, Irmawati, Sri Kurnia, Sulyanti, Selna Wahyuningsih


Latar Belakang:

Masyarakat Indonesia di era MEA ini dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif dan inovatif agar mampu menciptakan peluang usaha yang berguna bagi kesejahteraan hidup masyarakat sehingga mereka mampu bersaing dengan Masyarakat Ekonomi Asean. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah yaitu mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Masyarakat Indonesia yang saat ini merupakan mayoritas beragama islam memiliki peluang untuk mengembangkan UMKM berbasis syariah. Namun kendala yang saat ini dihadapi oleh calon pengusaha UMKM adalah kurangnya sumber pendanaan. Para pengusaha mikro tidak dapat mengajukan pinjaman di bank karena mengalami unbankable. Unbankable berarti sekelompok orang atau perorangan tidak memenuhi syarat untuk memenuhi syarat pinjaman modal dari bank. UMKM syariah mengenai usaha yang mereka bangun serta sistem ekonomi mengenai data dan laporan keuangan yang masih menggunakan cara manual sehingga menjadi pertimbangan Bank-bank syariah dalam memberikan pendanaan. Berdasarkan masalah yang dihadapi oleh UMKM syariah dalam hal pembiayaan, muncul suatu badan yang menghimpun dana dari masyarakat melalui zakat, infaq, sedekah kemudian disalurkan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pendanaan pada UMKM syariah yang memenuhi kriteria. Badan itu disebut Baitul Mal Wat Tamwil (BMT).

Berdasarkan wawancara kami di BMT Al-Markas, ada dua macam pembiayaan yang dilakukan oleh BMT yaitu pembiayaan mudharabah dan pembiayaan murabahah. Pembiayaan Mudharabah menerapkan sistem bagi hasil sedangkan pembiayaan murabahah menerapkan sistem jual beli. Pembiayaan murabahah merupakan jenis pembiayaan yang kami gunakan dalam melakukan penelitian ini karena pembiayaan murabahah lebih diminati dan disetujui oleh nasabah. Hal ini karena pembiayaan murabahah lebih mudah dilakukan oleh nasabah karena tidak melakukan pencatatan yang sangat detail, sedangkan pembiayaan mudharabah nasabah harus mencatat semua transaksi yang dilakukan meskipun sangat kecil.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni dkk, 2013 di BMT Tadbiirul Ummah Kab. Bogor menunjukkan bahwa pembiayaan yang diberikan oleh BMT mampu meningkatkan keuntungan usaha, namun peningkatan yang diperoleh masih cukup kecil (Anggraeni dkk, 2013). Tingkat keuntungan yang diperoleh suatu UMKM terhadap besar modal yang diberikan BMT masih belum dapat dipastikan seutuhnya. Untuk itulah peneliti ingin mengkaji dengan mengambil lokasi penelitian BMT di Kota Makassar yaitu BMT Al-Markas. Melalui penelitian ini, peneliti ingin mengkaji hubungan besar pembiayaan murabahah Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Al-Markas terhadap peningkatan pendapatan UMKM berbasis syariah di kota Makassar.


Tujuan Penelitian:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pembiayaan Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Al-Markas terhadap peningkatkan pendapatan UMKM berbasis syariah di kota Makassar.


Metodologi penelitian:

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi yaitu merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti hubungan yang terjadi antar variabel (Sugiyono,2010).

Definisi Operasional Variabel

  1. Besar pembiayaan Murabahah BMT (Baitul Mal wat Tamwil)

Didefinisikan sebagai jumlah bantuan dana yang diterima UMKM syariah dari BMT (Baitul Mal wat tamwil) Al-Markas. Menurut Rahmawati Ilyas, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian pembiayaan syariah yaitu character, capacity, capital, collateral, condition, dan syariah.

  1. Peningkatan pendapatan UMKM berbasis syariah

Didefinisikan sebagai kenaikan pendapatan (keuntungan) yang diperoleh UMKM syariah dari jumlah pendanaan yang diberikan oleh BMT (Baitul Mal wat tamwil) Al-Markas. Adapun indikator berdasarkan peningkatan pendapatan pengusaha kecil antara lain permodalan usaha, volume penjualan, jumlah produksi, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan perbaikan kualitas usaha (Lukmono, 2014).

Teknik pengumpulan data

  1. Observasi

Obsevasi adalah teknik pegumpulan data yang mempunyai ciri pengamatan objek-objek yang berhubungan (Sugiyono,2013). Observasi pada penelitian ini, dengan cara mengamati jenis usaha, apakah termasuk usaha mikro kecil dan menengah.

  1. Kuesioner

Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Teknik ini digunakan bila peneliti ingin tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan atau apa yang bisa diharapkan responde (Sugiyono,2013).

  1. Dokumentasi

Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data secara dokumentasi yaitu dengan mendokumentasikan dalam bentuk foto, data-data ataupun lembar-lembar administrasi dari UMKM berbasis syariah.

 

Populasi dan sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan UMKM berbasis syariah yang telah mendapatkan pembiayaan dari BMT (Baitul Mal wat Tamwil) Al-Markas di kota Makassar sebanyak 91 UMKM Syariah. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Teknik Analisis data

  1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran atau deskripsi tentang pembiayaan Murabahah BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) terhadap peningkatan penghasilan UMKM berbasis Syariah.

  1. Uji hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang jawabannya harus dibuktikan secara empiris. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan ada tidaknya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.


Hasil

Implikasi hasil penelitian yang telah dianalisis secara statistik mengenai pengaruh  pembiayaan murabahah BMT (Baitul Mal wat Tamwil) Al Markas terhadap peningkatan pendapatan UMKM berbasis syariah di kota Makassar.

  1. Besar Pembiayaan Murabahah BMT (Baitul Mal Wat Tamwil)

Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa konsep pembiayaan murabahah BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) berdasarkan indikator penilaian yang paling tinggi adalah capacity dengan kategori sangat tinggi yaitu tingkat presentase 100.

  1. Peningkatan Pendapatan UMKM Berbasis Syariah

Dari hasil penelitian ini indikator yang paling tinggi adalah jumlah produksi dan volume penjualan dengan kategori sangat tinggi yaitu tingkat presentase 8,33.

  1. Hubungan Pembiayaan Murabahah terhadap Peningkatan Pendapatan UMKM

Dari pengujian yang dilakukan maka diperoleh H0  ditolak dan H­ diterima yaitu  ada hubungan besar pembiayaan Murabahah BMT (Baitul Mal wat Tamwil) terhadap peningkatan penghasilan UMKM berbasis syariah di kota Makassar. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Anggraeni dkk (2013) di BMT Tadbiirul Ummah Kab. Bogor yang mengungkapkan bahwa besar pembiayaan BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) mempunyai hubungan terhadap peningkatan pendapatan UMKM berbasis syariah.


Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Besar pembiayaan murabahah BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) Al Markas mempunyai hubungan positif terhadap peningkatan pendapatan UMKM berbasis syariah kota Makassar. Indikator penilaian yang paling tinggi adalah capacity dengan kategori sangat tinggi yaitu tingkat presentase 100.
  2. Pendapatan UMKM berbasis syariah berpengaruh pada permodalan usaha, volume penjualan, jumlah produksi, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, perbaikan kualitas usaha. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan indikator yang paling tinggi yaitu jumlah produksi dan volume penjualan dengan kategori sangat tinggi yaitu tingkat presentase 8,33.
  3. Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan di atas diperoleh hasil bahwa variabel bebas pembiayaan BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) (X) mempunyai hubungan yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM berbasis syariah (Y) di kota Makassar. Dari hasil analisis korelasi spearman dengan koefisien korelasi sebesar 0,865. Hasil perhitungan taraf signifikansi yang diperoleh adalah 0. Taraf tingkat kepercayaan (α) adalah 0,3 atau 70%. Dari hasil perhitungan data didapatkan hasil bahwa ada hubungan besar pembiayaan Murabahah BMT (Baitul Mal wat Tamwil) terhadap peningkatan penghasilan UMKM berbasis syariah di kota Makassar.

Saran

Bagi Peneliti 

Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian yang sama diharapkan memepertimbangkan jumlah sampel yang akan digunkan dan juga variabel lain.

Bagi BMT (Baitul Mal Wat Tamwil)

Bagi BMT (Baitul Mal wat Tamwil) agar dapat menjadi sumber informasi dalam memberikan pembiayaan

Bagi UMKM

Bagi UMKM sebagai bahan informasi dalam mengambil pembiayaan untuk keperluan modal.

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close