Artikel

Hipotesis Asosiatif

Berbicara tentang penelitian, berarti berbicara tentang karya ilmiah, dalam membuat suatu karya ilmiah tentunya  harus didasarkan kepada data dan fakta. Sebelum dilakukan suatu penelitian tentunya terdapat teori-teori yang dijadikan sebagai landasan, teori-teori tersebut merupakan pendukung dilakukannya suatu penelitian, berdasarkan teori-teori tersebut dapat ditarik jawaban sementara terhadap masalah yang ingin diteliti atau yang biasa disebut hipotesis. Menurut Zulfikar, 2014. Hipotesis terdiri dari tiga macam, diantaranya:

  1. Hipotesis Deskriptif, hipotesis ini menjelaskan permasalahan yang bersifat deskriptif
  2. Hipotesis Komparatif, hipotesis ini memaparkan tentang permasalahan penelitian yang bersifat komparatif
  3. Hipotesis asosiatif adalah hipotesis yang membahas suatu pernyataan dari permasalahan yang bersifat

Pokok bahasan pada artikel ini adalah Hipotesis Asosiatif. Pengertian asosiatif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai suatu hal yang bersifat asosiasi, hubungan antara peristiwa-peristiwa yang terjadi. Artinya Hipotesis asosiatif merupakaan dugaan sementara terdapatnya hubungan antara variabel.

Menurut Gulo (2000) hipotesis asosiatif biasanya berada pada variabel yang memiliki kesamaan jenis data, berupa data ordinal, interval, ataupun rasio, maupun salah satunya rasio atau interval. Perubahan yang terjadi pada variabel-variabel terus bergerak naik secara terus menerus tanpa mengalami penurunan maupun sebaliknya, karena pola-pola variabel tersebut bersifat monoton linear atau disebut juga hubungan kovariasional. Hubungan tersebut dapat diartikan sebagai hubungan yang berubah bersama, artinya jika variabel x berubah semakin turun maka variabel y juga berubah semakin turun. Disebut sebagai hubungan positif apabila variabel x dan y berubah kearah yang sama, sedangkan jika variabel x dan y berubah kearah yang berlawanan maka hubungan tersebut disebut sebagi hubungan negatif.

Perlu ditekankan bahwa hubungan asosiatif hanya menekankan bahwa kadua variabel sama-sama berubah. Zulfikar (2014) membagi hipotesis asosiatif menjadi tiga bagian, diantaranya:

  1. Hipotesis hubungan simetris, yaitu hubungan yang lebih menekankan hubungan kebersamaan antara variabel, bukan hubungan sebab akibat. Contoh: ada hubungan antara curah hujan dengan banjir, ada hubungan antara kemiringan lereng dengan tingkat bahaya longsor, ada hubungan antara rotasi bumi dengan pasang surut air laut, ada hubungan antara penghasilan orangtua dengan fasilitas yang digunakan.
  2. Hipotesis hubungan sebab akibat, hubungan yang sifatnya saling mempengaruhi, dengan kata lain, mempengaruhi secara sebab akibat antara dua variabel atau lebih. Contoh: angin borohok yang terjadi berpengaruh positif terhadap kerusakan lahan pertanian, kurangnya asupan makanan berpengaruh positif terhadap gizi buruk, pasang surut air laut berpengaruh positif terhadap arus laut, ketekunan siswa berpengaruh positif terhadap prestasi belajar.
  3. Hipotesis Interaktif, jenis hipotesis asosiatif ini merupakan hubungan antara variabel yang saling mempengaruhi, jika hipotesis adalah hubungan sebab akibat, maka hipotesis interaktif adalah hubungan timbal balik. Contoh: terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara tingkat infiltrasi dengan permeabilitas tanah, terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara curah hujan dengan evaporasi, terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara laju sedimen dengan tingkat erosi, terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara pencemaran sungai dengan limbah masyarakat.

Untuk menguji suatu hipotesis, digunakan teknik statistika. Menurut Sari (2015) statistika adalah suatu cara atau metode dalam merencanakan, mengumpulkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasikan data, sehingga dapat dikatakan bahwa teknik statistika adalah cara yang digunakan seorang peneliti untuk menguji hipotesis. Umar (2003) mengemukakan bahwa dalam Hipotesis asosiatif terdapat beberapa teknik-teknik statistika yang biasa digunakan dalam menguji hipotesis, diantaanya:

  1. Teknik statistika koefisien, teknik ini biasanya digunakan apabila skala pengukuran datanya berupa nominal
  2. Teknik statistika koefisien spearman rank atau kofisien kendall-tau, teknik analisis data ini biasanya digunakan apabila skala pengukuran datanya berupa ordinal
  3. Teknik statistika korelasi pearson product moment, korelasi parsial, korelasi berganda dan regresi digunakan jika skala pengukurannya berbentuk interval atau rasio.

Daftar Pustaka

Zulfikar, Budiantara N. 2014. Manajemen Riset dengan Pendekatan Komputasi Statistika. Deeppublish: Yogyakarta.
Sari N, Wardan R. 2015. Pengolahan dan Analisis Data Statistika dengan SPSS. Publisher: Yogyakarta.

Umar H. 2003. Metode riset bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta

Gulo W. 2000. metodologi penelitian. grasindo: Jakarta

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close