Artikel

Grounded Theory

Grounded Theory

Grounded Theory atau teori dasar merupakan salah satu pendekatan dalam jenis penelitian kualitatif. Grounded Theory dapat pula dikatakan penemuan teori baru atau teori dasar hal tersebut dikarenakan dalam penelitian peneliti tidak menggunakan teori sebagai dasar penelitian melainkan melakukan penelitian untuk menemukan teori baru. Penelitian seperti ini pertama kali dikembangkan oleh Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss pada tahun 1967 yang ditandai dengan diterbitkannya buku dengan judul The Discovery of Grounded Theory namun di Indonesia baru dikenal pada tahun 1970.

Barney G. Gleser merupakan soerang sosiolog sekaligus dosen di Colombia University dan University of California School of Nursing. Sedangkan Strauss juga seorang sosiolog yang bekerja sebagai Direktur Social Science Research, Institute for Psychiatric and Psychosomatic Research and Training. Menurut Gliser dan Starauss Grounded Theory merupakan teori umum dari metode ilmiah yang berurusan dengan generalisasi, elaborasi, dan validasi dari teori ilmu sosial.

Tujuan umum dari penelitian Grounded Theory adalah (1) secara induktif memperoleh dari data, (2) yang diperlukan pengembangan teoritis, dan (3) yang diputuskan secara memadai untuk domainnya dengan memperhatikan sejumlah kriteria evaluatif.  Penelitian jenis ini menggunakan data terlebih dahulu yang kemudian menjadi sebuah konsep. Sehingga prosesnya ialah data menjadi fakta dan fakta menjadi konsep. Peneliti Grounded Theory bisanya dikatakan bahwa peneliti turun lapangan dengan “kepala kosong” karena tidak menggunakan teori sebagai landasan. Sehingga, Grounded Theory dapat diartikan sebagai penemuan teori dari suatu fenomena yang kemudian dianalisis secara induktif dan bukan merupakan hasil dari pengujian teori yang ada.

Ciri-ciri penelitian Grounded Theory yaitu (1) Penelitian jenis ini bukan dibangun dari teori yang sudah ada namun dari data tentang susatu fenomena, (2) Penyususnan teori dilakukan secara induktif, (3) Penyeusunan teori harus benar menghasilkan teori yang benar sehinga harus emmpunyai kriteria yaitu cocok (fit), dipahami (understanding), berlaku umum (generality), pengawasan (controll), (4) Kemampuan tim peneliti untuk memberikan makna terhadap data. Adapun beberapa prinsip grounded teori sebagai metode ilmiah yaitu (1) perumusan masalah, (2) deteksi fenomena, (3) penurunan teori (theory generation), (4) pengebangan teori, (5) peneilaian teori (Theory Appraisal), (6) Grounded theory yang berkontruksi.

Metode pengumpulan data yang digunakan biasanya dilakukan melalui interview atau observasi. Hasil dari interview atau catatan/rekaman kemudian ditulis kembali. Dalam pengumpulan data hraus dibedakan antara data dan empiri. Hanya empiri yang dianggap relevan yang dapat dijadikan sebuah data. Sedangkan menurut Creswall pengumpulan data dalam studi grounded theory merupakan proses zigzag, turun lapangan mencari informasi, analisis data, dan seterusnya. Partisipan yang diwawancarai dipilihan secara theoritical sampling untuk membantu peneliti membentuk teori yang baik.

Proses analisis data dalam penelitian grounded thory sifatnya sistematis dan mengikuti format standar seperti adanya pengkodean terbuka (open coding), pengkodean poros (axial coding), pengodean selektif (selective coding), dan terakhir peneliti dapat mengembangkan dan menggambarkan secara visual yang menjelaskan kondiei sosial, historis, dan ekonomis yang mempengaruhi fenomena sentral. Sedangkan menurut Strauss dan Corbin prosedur analisis dalam penelitian grounded theory atau disebut sebagai proses pengodean (coding proces) yaitu membangun teori, memberikan proses penelitian rigor ‘ketegasan’ untuk membuata teori ilmu pengetahuan yang baik, menganalisis untuk memecahkan melalui data bias atau asumsi yang dibawa, melengkapi grounding dan membangun pengungkapan serta mengembangkan kepekaan dan integrasi yang diperlukan kemudian mempersempit jaringan dan menejelaskan teori secara tertutup mendekati realitas yang mewakilinya.

Penelitian grounded theory telah berkembang sangat pesat dan tidak hanya dapat dilakukan oleh disiplin ilmu sosiologi melainkan disiplin ilmu yang lainnya. Penemuan teori baru merupakan hasil dari jenis penelitian grounded theory  sehingga peneliti mebutuhkan tingkat kepekaan yang tinggi dalam memahami suatu fenomena, mempunyai pengetahuan yang mendalam secara teoritik, mempunyai pengalaman dan penelitian yang relevan serta memperbanyak bacaan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close