Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Gerakan MUHAT : Mari Hidup Sehat Sebagai Salah Satu Teknik Pemasaran Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

Gerakan MUHAT : Mari Hidup Sehat Sebagai Salah Satu Teknik Pemasaran Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

Sumber daya manusia (SDM)  suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas anak-anak yang dimiliki. Anak-anak sebagai penerus bangsa tentunya perlu diajarkan berbagai hal agar di masa depan dapat ikut berkontribusi membangun negeri Indonesia yang lebih baik kedepannya.

Salah satu di antaranya adalah mengajarkan tentang sanitasi dan perilaku hidup sehat. Menurut Data UNICEF (2012), 88 persen kematian anak-anak di seluruh dunia disebabkan oleh karena kurangnya pengetahuan tentang sanitasi dan perilaku kebersihan yang buruk serta air minum yang tidak aman sehingga menyebabkan penyakit diare yang menimbulkan kematian.

Berlandaskan masalah tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan nasional untuk persediaan air bersih dan sanitasi lingkungan berbasis masyarakat. Kebijakan tersebut menggunakan berbagai contoh dan pengalaman di Indonesia dan negara-negara lain khususnya mengkaji bidang air bersih dan sanitasi.

Salah satu program yang hadir setelah munculnya kebijakan nasional untuk persediaan air bersih dan sanitasi lingkungan berbasis masyarakat adalah Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).  STBM merupakan program kerja yang memiliki lima pilar kerangka kerja di antaranya adalah penghapusan buang air besar di tempat terbuka, mencuci tangan dengan sabun, pengolahan air rumah tangga, pengelolaan sampah padat dan pengelolaan limbah cair.

Pemerintah dalam hal berusaha untuk memperkuat sistem data dengan mengembangkan program STBM Nasional di Sekolah. Program ini membutuhkan sebuah  sistem pengumpulan dan pemantauan data. Pengumpulan data dan pemantauan data yang diharapkan lebih baik daripada data yang ada pada saat ini untuk air bersih dan sanitasi sekolah.

STBM memerlukan pendekatan pemasaran sosial dengan mengajarkan para siswa dalam hal ini anak-anak agar dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Pemasaran sosial ini banyak dilakukan pada berbagai sekolah yang ada di seluruh Indonesia untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anak-anak. Agar pendekatan pemasaran sosial ini dapat dengan mudah diterapkan oleh anak-anak disekolah, maka diperlukan sebuah inovasi baru untuk memperkenalkan 5 pilar STBM ini.

Salah satu program yang penulis coba tawarkan yaitu dengan membuat sebuah gerakan yang bernama “MUHAT : Mari Hidup Sehat”. Gerakan yang akan dicermikan dari gerakan ini yaitu gerakan yang berlandaskan pada 5 pilar STBM. Gerakan tersebut mengambarkan ilustrasi tentang untuk menghentikan perilaku buang air besar di sembarang tempat, membiasakan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan , pengelolaan air minum yang aman dalam rumah tangga, pengeloaan sampah rumah tangga dan pengeloaan limbah rumah tangga. Penerapan gerakan MUHAT setiap harinya akan dilakukan di sekolah pada saat siswa akan memasuki waktu istirahat. Pemilihan waktu istirahat dikarenakan karena pada waktu istirahat siswa kebanyakan akan membeli dan memakan makanan, sehingga pada waktu ini perlu diajarkan dan diingatkan kembali pada siswa untuk tetap menjaga kebersihan dan berperilaku sehat dimanapun dan kapanpun. Selain itu, seluruh siswa diberikan gambar-gambar yang dapat mengambarkan kegiatan 5 pilar STBM. Gambar-gambar tersebut bersifat Tiga Dimensi agar bisa menarik perhatian siswa dan memacu siswa untuk membaca dan mengambil hikmah yang disampaikan oleh gambar-gambar tersebut.

Pada gerakan MUHAT diperlukan juga partisipasi guru dan orang tua sebagai salah satu role models bagi anak-anak. Guru dalam hal ini, harus mengetahui dan memahami gerakan  MUHAT, agar para siswa dapat dengan mudah memahami, meniru dan kemudian membiasakannya pada kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, orang tua selaku pendidik di Rumah tentunya harus terus mengajarkan hal-hal seperti yang mengajarkan bagaimana kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Keberadaan gerakan MUHAT diharapkan dapat membantu mengsosialisasikan kebijakan nasional terkait Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) agar kedepannya bangsa Indonesia tidak lagi menjadi bangsa yang dihuni oleh anak-anak yang tidak memiliki kualitas dan mutu kesehatan yang tinggi, karena keberadaan air bersih dan sanitasi sebuah bangsa merupakan cerminan bangsa tersebut, rendahnya tingkat keberadaan air bersih dan sanitasi menandakan rendahnya kualitas sebuah bangsa itu sendiri.

Related Post

RANCANGAN PENELITIAN EKSPERIMEN SUNGGUHAN Rancangan penelitian eksperimen sungguhan  (True experiment design) merupakan rancangan penelitian eksperimental yang meneliti tentang kemungkinan seb...
Kriteria Penyusunan Hipostesis Penelitian Kriteria Penyusunan Hipotesis PenelitianDalam sebuah penelitian hal yang perlu dilakukan setelah kerangka berpikir adalah penyusunan hipotesis pen...
Penelitian Pre Eksperimen Penelitian Pre-EksperimenPenelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai e...
Penelitian Expo-Facto PENELITIAN EXPOST FACTO A. Pengertian Expost Facto Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempen...