Ringkasan Penelitian

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterlibatan Mahasiswa Universitas Negeri Makassar dalam Organisasi Masyarakat di Kota Makassar.

Judul Penelitian:

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterlibatan Mahasiswa Universitas Negeri Makassar dalam Organisasi Masyarakat di Kota Makassar.

Tahun Penelitian:

2017

Nama Peneliti:

Zulfiki Hidayat, Galang Mario, Novina Sabila Zahra, Uswah Mujahidah Rasuna Said

Latar Belakang:

Mahasiswa merupakan aset terbesar yang dimiliki bangsa karena mahasiswa merupakan kaum muda intelektual yang memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Berkat potensi diri dan kepasitas keilmuan yang dimiliki, maka mahasiswa bisa melakukan perubahan dalam masyarakat oleh karena itu, mahasiswa dijuluki sebagai agen perubahan. mahasiswa dituntut untuk mampu mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya agar dapat berpartisipasi aktif serta mengabdikan diri di lingkungan masyarakat dengan baik. Salah satu cara yang digunakan mahasiswa dalam mengembangkan potensi dirinya adalah mengikuti salah satu atau beberapa organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Universitas Negeri Makassar memiliki organisasi kemahasiswaan yang bisa mewadahi pengembangan potensi diri mahasiswa, namun beberapa mahasiswa Universitas Negeri Makassar memilih untuk bergabung dengan organisasi masyarakat dibandingkan organisasi dalam kampus. Berdasarkan hasil observasi tim peneliti, beberapa mahasiswa Universitas Negeri Makassar memilih untuk bergabung dalam Organisasi Masyarakat yang ada di Kota Makassar seperti organisasi masyarakat yang bergelut dalam bidang keagamaan contohnya yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), dan banyak lagi organisasi masyarakat lainnya. Menurut Berita Kota Makassar (2016), data dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel mencatat sekitar 1700-an organisasi masyarakat yang memiliki izin untuk beraktifitas. Namun tidak sampai seribu organisasi masyarakat yang aktif. Hal ini sesuai dengan ungkapan Asmanto Baso Lewa selaku Kepala Kesbangpol Sulsel. Asmanto mengatakan, organisasi masyarakat yang tidak aktif adalah organisasi masyarakat yang tidak tertib lagi memberikan laporan aktifitas dan administrasinya ke Kesbangpol. Hal ini mengakibatkan organisasi masyarakat yang bersangkutan tidak mendapatkan perpanjangan izin beraktifitas. Selain itu, Asmanto juga mengatakan bahwa ada banyak organisasi masyarakat yang tidak memiliki izin beraktifitas, namun jumlah pastinya hanya diketahui oleh pihak kepolisian. Oleh karena itu, tim peneliti bermaksud ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan mahasiswa Universitas Negeri Makassar dalam organisasi masyarakat di kota Makassar.

Tujuan Penelitian:

Penelitian ini bertujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan mahasiswa Universitas Negeri Makassar dalam organisasi masyarakat di kota Makassar.

Metodologi penelitian:

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.

Pendekatan deskriptif bertujuan untuk mendekripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan kondisi-kondisi yang sekarang ini terjadi (Mardalis, 2014).

Definisi operasional:

  1. Keterlibatan

Keterlibatan yang dimaksud ialah keterlibatan mental dan emosional orang-orang dalam situasi kelompok yang mendorong merekaa untuk memberikan kontribusi kepada tujuan kelompok dan berbagai tanggung jawab pencapaian tujuan itu. Adapun dimensi keterlibatan meliputi, perasaan berarti, rasa aman, dan perasaan ketersediaan.

  1. Mahasiswa

Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi tertentu, adapun perguruan tinggi yang kami maksud adalah Universitas Negeri Makassar.

  1. Organisasi Masyarakat (Ormas)

Organisasi Masyarakat adalah Organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Adapun Organisasi Masyarakat yang dimaksud dalam penelitian ini ialah Organisasi Masyarakat yang ada di Kota Makassar.

Teknik Pengumpulan data

Observasi adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mendatangi langsung lokasi penelitian dan melakukan observasi atau pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti. Adapun hal-hal yang akan diobservasi dijabarkan pada pedoman observasi penelitian.

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang bertujuan untuk memperoleh informasi atau keterangan-keterangan lisan melalui komunikasi secara langsung. Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur (Semistructure Interview). Wawancara semi terstruktur (Semistructure Interview) adalah wawancara yang bertujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana informan diminta pendapat dan ide-idenya sehingga peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan (Sugiyono, 2013). Pertanyaan-pertanyaan yang akan digunakan dalam proses wawancara terjabarkan di pedoman wawancara penelitian.

Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengambil gambar, merekam percakapan, dan mengumpulkan dokumen-dokumen pendukung yang akan menjadi data pendukung dari penelitian yang dilakukan.

Unit Analisis

Unit analisis dalam penelitian ini adalah mahasiswa UNM. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2016). Adapun kriteria yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang tergabung dalam organisasi masyarakat.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data penelitian ini menggunakan model yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2013) mencakup tiga kegiatan yaitu:

  1. Reduksi data

Reduksi data merupakan teknik analisis data yang merangkum, memfokuskan, dan mencari tema dan polanya sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.

  1. Penyajian data

Penyajian data merupakan mendisplay data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya. Penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.

  1. Menarik kesimpulan/ Verifikasi

Teknik analisis data yang ketiga adalah penarikan kesimpulan/verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat untuk mendukung. Apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan adalah kesimpulan yang kredibel.


Hasil dan Pembahasan

Keterlibatan adalah sejauh mana seseorang berpartisipasi dalam sebuah kelompok. Keterlibatan tidak hanya sebatas mengikuti satu kegiatan saja, namun cakupannya lebih lusa dan melibatkan banyak aspek yang mempengaruhinya.

Penelitian ini mencakup enam dimensi keterlibatan dengan hal-hal yang mempengaruhi keterlibatan mahasiswa dalam organisasi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keterlibatan mahasiswa adalah perasaan berarti. Beberapa informan mengungkapkan bahwa dengan terlibat dalam organisasi masyarakat, informan dapat lebih bermanfaat bagi orang banyak. Hal tesebut dikarenakan organisasi masyarakat mempunyai peran yang banyak di lingkungan masyarakat sesuai dengan apa yang diminati informan. Hal tersebut juga membuat informan mendapatkan pengalaman yang baru dan bisa menjadi pelajaran yang berharga dalam kehidupannya. Berbeda dengan organisasi dalam kampus yang perannya lebih banyak kepada mahasiswa dan tidak sesuai dengan apa yang diminati oleh mahasiswa.


Kesimpulan

Penelitian ini adalah penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan mahasiswa Universitas Negeri Makassar dalam organisasi masyarakat. Menurut data-data penelitian yang peneliti kumpulkan, dapat disimpulkan bahwa faktor faktor yang mempengaruhi keterlibatan mahasiswa dalam organisasi masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Perasaan berarti adalah merasakan pengalaman bahwa tugas atau kegiatan yang sedang dikerjakan adalah berharga, berguna dan atau bernilai.
  2. Rasa aman secara psikologis muncul ketika individu mampu menunjukkan atau bekerja tanpa rasa takut atau memiliki konsekuensi negatif terhadap citra diri, status, dan atau karir.
  3. Perasaan ketersediaan secara psikologis berarti individu merasa bahwa sumber-sumber yang memberikan kecukupan fisik personal, emosional, dan kognitif tersedia pada saat-saat yang dibutuhkan.
  4. Minat adalah kecenderungan terhadap sesuatu dimana visi-misi dan ideologi organisasi masyarakat tertentu menjadi faktor yang mempengaruhi keterlibatan mahasiswa dalam organisasi masyarakat.
  5. Ranahnya yang luas mencakup kontribusi dan pengaruh organisasi masyarakat.
  6. Sosok inspirasi merupakan sosok yang menjadi motivasi mahasiswa untuk terlibat dalam organisasi masyarakat.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan tim peneliti dapat memperluas lokasi penelitian, tidak hanya berfokus pada satu lokasi yaitu Universitas Negeri Makassar namun dapat mencakup lokasi dan aspek yang lebih luas.

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close