Ringkasan Penelitian

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kurangnya Minat Masyarakat Menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata

Judul Penelitian:

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kurangnya Minat Masyarakat Menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata


Tahun Penelitian:

2017


Nama Peneliti:


Latar Belakang:

Kota Makassar dengan luas wilayah ± 175,77 km2 yang merupakan pusat dari berbagai kegiatan di Kawasan Indonesia Timur diantaranya kegiatan bisnis, ekonomi, dan pemerintahan (BPS, 2013). Perkembangan Kota Makassar ditunjang oleh tingkat aksesibilitas yang cukup tinggi fasilitas transportasi, seperti: pelabuhan, bandara, dan terminal. Fasilitas tersebut digunakan sebagai mobilitas masyarakat untuk menghubungkan mereka dengan kota-kota lain disekitarnya. Mobilitas masyarakat menyebabkan meningkatnya jumlah penduduk yang memiliki kendaraan pribadi dikarenakan kota Makassar tidak memiliki angkutan umum selain pete-pete. Jumlah pete-pete yang ada di Kota Makassar saat ini mencapai 5.140 unit yang melayani sebagian besar pergerakan penduduk, sedangkan  jumlah  ideal angkutan kota untuk Kota Makassar adalah kurang lebih 2.600 unit (Dishub Kota Makassar, 2012). Salah satu strategi pemerintah kota Makassar untuk mengatasi permasalahan macet yang sering terjadi sekarang ialah dengan mengambil kebijakan untuk mengembangkan sarana dan prasarana transportasi di kota Makassar dengan mengadakan transportasi alternatif yaitu Bus Rapid Transit (BRT).

Setelah mulai beroperasi, Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) selaku operator Bus Rapid Transit (BRT) Maminasata Makassar disebut menanggung rugi setiap hari. Dengan total lima bus yang beroperasi, Perum DAMRI Makassar membutuhkan sedikitnya Rp 2,5 juta dalam satu hari. Sedangkan, pemasukan Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata dalam satu hari hanya mencapai Rp 500 ribu (Mansyur, 2017). Hal ini didukung oleh pernyataan Kepala Bagian Operasional Perum DAMRI Makassar Bahari (Republika, 2017) mengeluh bahwa pihaknya mendapatkan kerugian selama pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT). Dalam satu hari beroperasi, setiap unit Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata menghabiskan biaya operasional mencapai Rp. 500 ribu. Mansyur (2017) mengemukakan alasan DAMRI mengalami kerugian diakibatkan oleh daya tarik masyarakat memilih Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata masih minim. Walaupun tarif Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata untuk sekali naik hanya Rp. 4.500-5.000 yang terbilang murah.

Berdasarkan penelitian Nabilah Ulfah Dewi (2017), dari hasil wawancara menyatakan bahwa masyarakat nyaman menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata. Hal ini tentu tidak sejalan dengan kerugian yang terus ditanggung oleh pihak PT. Damri. Hal ini menjadi indikasi bahwa Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata belum mampu menjadi komoditi yang menguntungkan, serta menarik minat masyarakat kota Makassar beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan publik/umum. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk mengambil judul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kurangnya Minat Masyarakat Menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata”.


Tujuan Penelitian:

Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat masyarakat dalam menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata.


Metodologi penelitian:

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif.

Batasan Istilah/Definisi Operasional Variabel

  1. Bus Rapid Transit (BRT) yang menjadi fokus dari penelitian ini adalah BRT Mamminasata yang beroperasi di daerah Makassar. BRT yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sebuah sistem bus yang cepat, nyaman, aman, dan tepat waktu dari segi infrastruktur, kendaraan, dan jadwal.
  2. Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat yang sering beraktivitas disekitar koridor seperti pegawai dan pengguna BRT
  3. Minat masyarakat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat ketertarikan masyarakat terhadap sesuatu terkhusus kepada pelayanan publik yaitu Bus Rapid Transit Mamminasata.
  4. Adapun aspek-aspek dalam penentuan minat menurut Carl safran dalam (Sukardi, 2003) yakni

Expressed interest (Ketertarikan)

minat yang diekspresikan melalui verbal yang menunjukkan apakah seseorang itu menyukai dan tidak menyukai suatu objek atau aktivitas.

Manifest interest (Keikutsertaan)

minat yang disimpulkan dari keikutsertaan individu pada suatu kegiatan tertentu

Tested interest (Tes Pengetahuan)

minat yang disimpulkan dari tes pengetahuan atau keterampilan dalam suatu kegiatan

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di koridor 3 BRT Mamminasata sektor kota Makassar, berdasarkan pertimbangan bahwa koridor 3 merupakan jalur yang melewati lokasi-lokasi strategis dalam hal kuantitas penumpang seperti Terminal-terminal Regional, kampus-kampus terkemuka, dan Kantor-kantor Instansi Pemerintahan di Kota Makassar. Tim peneliti juga mempertimbangkan waktu, biaya dan tenaga karena lokasi tersebut terjangkau oleh peneliti.

Teknik Pengumpulan Data

Observasi yaitu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara cermat dan sistematik.

Wawancara menurut Bungin (2010), adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, motivasi, perasaan, dan sebagainya yang dilakukan dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan pertanyaan dengan orang yang diwawancari (interviewee).

Dokumentasi adalah rekaman peristiwa yang lebih dekat dengan percakapan, menyangkut persoalan pribadi, dan memerlukan interpretasi yang berhubungan sangat dekat dengan konteks rekaman peristiwa (Soenarto, 1995).

Triangulasi diartikan sebagai teknik data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang sudah ada (Sugiyono, 2013).

Unit Analisis

Unit analisis dari penelitian ini adalah Pengguna dan Pegawai Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Menurut Sugiyono (2016), teknik purposive sampling adalah teknik penentuan informan dengan pertimbangan tertentu.

Subjek Penelitian

subjek dalam penelitian ini adalah Pengguna BRT Mamminasata, Supir BRT Mamminasata, dan Pegawai BRT Mamminasata. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu dengan cara memilih sampel dari beberapa penguna dan pegawai sehingga hasil penelitian lebih representatif.

Teknik analisis data 

1.Reduksi data

Menurut Idrus (2009), mereduksi data berarti suatu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dari lapangan. Sementara itu, reduksi data menurut Sugiyono (2013) merupakan proses berfikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan dan kedalaman wawasan yang tinggi.

2. Penyajian data

Setelah mereduksi data, langkah selanjutnya adalah penyajian data. Menurut Miles & Huberman dalam Sugiyono (2013), yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yan bersifat naratif. Selanjutnya disarankan dalam melakukan display data, selain dengan teks yang naratif, juga dapat berupa grafik, matrik, network (jejaring kerja) dan chart. Penyajian data akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.

3. Verifikasi data

Langkah ketiga dari analisis data adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. mencari pola, model, tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering muncul, hipotesis, dan sebagainya untuk mengambil kesimpulan yang awalnya kabur, tetapi lama-kelamaan semakin jelas karena data yang diperoleh semakin banyak dan mendukung (Usman, 2014). Verifikasi dengan singkat, yaitu dengan cara mengumpulkan data baru.


Hasil dan pembahasan

Minat merupakan salah satu keadaan dimana seseorang memberikan perhatian yang besar terhadap suatu objek, merasa senang dan ingin berkecimpung di dalamnya karena adanya kesesuaian dan kebutuhan dengan objek tersebut. Hal-hal yang dapat dijadikan tolok ukur minat seseorang terhadap suatu objek adalah seperti: perasaan senang, perhatiannya terhadap objek, dan adanya kebutuhan. Seseorang yang berminat terhadap sesuatu akan mempunyai perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan objek itu, karena mempunyai sangkut paut dan kesesuaian dengan dirinya.

Harga tiket yang relatif terjangkau membuat minat masyarakat untuk menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata lebih banyak. Harga tiket dari Bus Rapid Transit ini adalah Rp. 4.500,- per orang dan ini merupakan harga yang terjangkau bagi masyarakat miskin dan menengah. Minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang kepada sesuatu yang biasanya disertai dengan perasaan senang. Pilihan itu sendiri didasarkan pada faktor-faktor yang menguntungkan perseorangan tersebut. Para penumpang tentunya akan lebih memilih angkutan umum yang lebih murah, cepat, dan nyaman untuk mereka gunakan dalam menjalankan aktivitas mereka. Hal ini terlihat dari pemaparan hasil wawancara beberapa informan yang menyatakan bahwa menggunakan BRT lebih nyaman dibandingkan angkutan umum lainnya karena memiliki pelayanan yang baik dari pegawai.

Ketersediaan halte yang kurang memadai di koridor III, menyebabkan masyarakat untuk menjangkaunya karena jarak yang cukup jauh antara stu halte dan halte lainnya serta jarak dari rumah informan dengan halte BRT. Halte yang ada hanya tersedia di beberapa tempat umum tetapi tidak merata di semua tempat persinggahan sehingga membuat masyarakat kesulitan karena harus berjalan jauh menuju halte untuk bisa menaiki BRT Mamminasata. Kota Makassar sendiri yang cenderung akses jalannya sendiri kadang terhalang oleh beberapa kendala seperti macet dan jalanyang sempit mengakibatkan keengganan masyarakat menggunakan BRT. Hasil wawancara bersama informan menyatakan bahwa halte-halte BRT Mamminasata perlu ditambah agar penumpang atau pengguna dapat mencapainya dengan cepat dan tidak membuang banyak tenaga dalam berjalan dari rumah informan.

Keterlambatan bus dapat menghambat mobilitas masyarakat untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Masyarakat serng mengeluh dengan adanya keterlambatan iniyang mengakibatkan turunnya minat masyarakat menggunakan BRT Mamminasata. Keterlambatan bus dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kemacetan yang terjadi kapan pun dan dimana pun di kota Makassar ini. Padahal jika ditinjau dari waktu kedatangan ideal BRT Mamminasata adalah setiap 15 menit. Namun fakta di lapangan mengatakan lain, Bus Rapid Transit sering mengalami keterlambatan dan membuat penumpang lama menunggu di halte-halte sehingga dapat membuat aktifitas penumpang terhambat dan kehilangan waktu harga mereka.

Sosialisasi tentang angkutan umum ini cenderung dapat dikatakan masih kurang efektif sehingga masyarakat hanya mendapatkan informasi tentang BRT Mamminasata khususnya masyarakat di kota Makassar melalui keluarga, teman, dan kolega. Masyarakat yang kami wawancarai dalam hal ini informan mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasi mengenai BRT Mamminasata dari keluarga, teman, kolega dan lain sebagainya tetapi mereka tidak mendapatkan informasi dari pemerintah kota maupun pihak BRT Mamminasata itu sendiri. Masyarakat menginginkan sosialisasi BRT Mamminasata lebih digencarkan agar dapat mengurang penggunaan kendaraan pribadi sekaligus meminimalisir kemacetan di kota Makassar. Masyarakat bahkan belum tahu dan mengerti bagaimana sistem dalam BRT Mamminasata itu sendiri sehingga pihak BRT Mamminasata perlu meningkatkan sosialisasi mengenai fasilitas dan pelayanan yang ada di dalamnya sehingga masyarakat berminat menggunakan BRT dan tahu apa tugasnya. Tugas utama dari BRT itu sendiri adalah mengurangi kemacetan dan memberikan pelayanan dan fasilitas yang membuat masyarakat nyaman.


Kesimpulan:

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat terhadap penggunaan BRT Mamminasata terdiri dari faktor penghambat dan faktor pendorong. Faktor penghambat yaitu kurangnya halte, keterlambatan bus, dan sosialisasi. Faktor pendorong yaitu fasilitas, pelayanan, kenyamanan, dan harga tiket yang terjangkau.

Saran

Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini diharapkan bisa jadi acuan yang relevan dalam penelitian selanjutnya

Bagi Pemerintah

Temuan-temuan dalam penelitian ini diharapkan bisa jadi acuan pemerintah kota dalam meningkatkan program Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close