Artikel

EKSKUL JURNAL FROM NALAR TO NALAR

Hujan mewarnai cuaca Makassar di hari sabtu tanggal 14 April 2012. Hari yang tercatat dalam lembaran sejarah pertama untuk ekskul jurnal yang dilaksanakan oleh LPM Penalaran Universitas Negeri Makassar. Agenda utama ekskul jurnal hari itu ialah melobi ilmu kepada Drs. Subaer, M.Phil, Ph.D. seorang dosen senior yang penuh dengan baluran pengalaman sekaligus salah seorang Pembina LPM Penalaran.

Kegiatan ini hendaknya dilaksanakan pada pukul 14.00 WITA, namun tatkala manusia berencana hanya Dialah yang menentukan. Acara pun molor sekitar beberapa jam dan dilaksanakan sekitar pukul 15.23. Kegiatan ini dilaksanakan di perpustakaan Universitas Negeri Makassar lantai satu yang bertempat di Gunung Sari dekat Kantor Rektorat Universitas Negeri Makassar. Kala itu, pak Subair mengenakan kaos berkera dengan warna putih, pas sekali dengan kulitnya yang sawomatang. Belum cukup sampai di sana, beliau menyiapkan secangkir minuman hangat di atas bercorak hijau sebelum berkenan membagikan ilmu kepada para pengurus LPM Penalaran.

Seyogyanya, ekskul ini diperuntuhkan untuk anggota baru LPM Penalaran. Selain sebagai suatu wadah untuk mempertahankan kader, namun juga ekskul ini diadakan untuk mendidik dan melatih para pengurus maupun anggota tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan jurnal. Ekskul ini, merupakan salah satu ekskul yang digadang-gadang akan terang dan menerangkan bagi para anggota baru. Itu terbukti dengan banyaknya anggota baru sekaligus pengurus LPM Penalaran yang hadir dalam eksul jurnal perdana dan terbilang akbar itu.

Materi yang dibawakan oleh Pak Subair kali itu ialah arikel ilmiah. Ketika deretan kata mulai keluar dari bibir tipis beliau, setiap katanya mengandung semangat dengan ilmu yang begitu tinggi. Aura dan ekspresi wajah beliau menandakan keikhlasan dan kasih sayang dalam mebagikan ilmunya kepada setiap elemen dalam suatu kubu yang bernama LPM Penalaran ini. Dari definisi artikel ilmiah hingga daftar pustaka, dengan begitu sabar beliau utarakan. Terkadang terselip Tanya yang terhempas, dan beliau jawab dengan begitu tenang dan menenangkan.

Dinginnya hujan kemudian masuk menjalari ruangan kami belajar dan perlahan berjalan dipermukaan kulit setiap orang dalam ruangan tersebut. Namun hawa dingin itu tak berkutik bahkan menciut melihat suasana yang begitu hangat terjalin antara seorang ayah yang membagikan ilmunya untuk anaknya. Semua bahagia pada hari itu, atas ilmu yang didapatkan dan silaturahim yang terjalin. Setiap pikiran yang dipenuhi kegalauan yang sebelumnya mengahampiri kami seakan pudar dan perlahan menghilang pada saat itu juga.

Dedaunan yang berjatuhan, pepohonan, hujan, tirai jendela, bahkan papan tulis serta ruangan tempat ekskul diadakan menjadi penonton setia dan saksi bisu bahwa kami pernah belajar ditempat ini bersama Pak Subair tercinta. Tak terasa dua jam berlalu begitu cepatnya. Kegiatan kali ini pun ditutup dengan sebuah senyuman yang tersungging di setiap orang yang hadir dalam ruangan penuh ilmu tersebut. Ke depannya, eksul ini akan terus berjalan dan insya Allah akan menuai sukses. Salam Nalar.

Secarik ilmu di sudut negeri bernama Penalaran

Saturday, 21 April 2012 17:11 Murdani Tulqadri

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close