Uncategorized

  • Kekuatan dan kelemahan penelitian gabungan

    KEKUATAN DAN KELEMAHAN PENELITIAN GABUNGAN

    Penelitian gabungan merupakan penelitian yang memadukan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian gabungan ini muncul karena ketidakpuasan peneliti dengan hasil penelitian kuantitatif maupun hasil penelitian kualitatif. Metode kuantitatif yang hanya menggunakan instrument angket, kuisioner, dan tes tidak dapat menggali lebih dalam mengenaik objek yang akan diteliti. Sedangkan penelitian dengan metode kualitatif yang lingkupnya kecil tidak dapat digeneralisasikan hasilnya. Penelitian gabungan diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang baik, utuh serta komprehensif terhadap objek yang diteliti.

    Ada beberapa bentuk penelitian gabungan, Yusuf (2014) dalam bukunya membedakan penelitian gabungan menjadi dua bentuk yaitu bentuk konkuren gabungan dan sekuensial gabungan. Konkuren gabungan adalah penelitian yang menggunakan metode kuntitatif dan kualitatif secara bersamaan. Sedangkan penelitian gabungan dengan bentuk sekuensial merupakan penelitian yang menggunakan dua metode secara berurutan, baik itu peneliti menggunakan kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan kualitatif ataupun sebaliknya. Tergantung objek yang diteliti.

    Penelitian gabungan tentunya memiliki kekuatan dan kelemahan sama halnya dengan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pada artikel ini akan membahas kekuatan dan kelemahan penelitian gabungan. Berikut Kekuatan dan kelemahan penelitian gabungan

    Kekuatan penelitian gabungan

    1. penelitian gabungan hasilnya lebih komprehensif karena akan menjawab semua pertanyaan penelitian. berbeda dengan metode penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif contohnya yang tidak bisa menjawab pertanyaan penelitian apa, bagaimanan, dan mengapa secara mendalam karena instrumennya berupa kuisioner, angket dan tes.
    2. data yang lebih akurat karena proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Adanya data yang lebih akurat dan mendalam karena mencakup data kuantitatif dan kualitatif tentunya akan membuat hasil penelitian yang lebih lengkap serta menyeluruh.
    3. hasil dari penelitian gabungan yang lebih komprehensif tentunya memungkinkan peneliti untuk memberikan solusi yang lebih tepat gubna mengentaskan masalah dari fenomena yang diteliti. Penelitian gabungan dapat membuat peneliti lebih mendalami suatu masalah yang diteliti.
    4. penelitian gabungan dapat membuka pandangan peneliti mengenai masalah yang diteiliti. Peneliti tidak lagi terikat pada paradigm positivis yang menjadi landasan penelitian kuantitatif ataupun paradigm post positivism sebagai daasar penelitian kualitatif. Peneliti akan menggabungkan kedua paradigm tersebut guna memecahkan masalah yang diteliti.
    5. memungkinkan peneliti bebas dalam menentukan metode yang digunakan sesuai dengan masalah yang diteliti. Peneliti dapat memilih metode dan instrument yang digunakan dalam meneliti. Peneliti dapat menggubnakan angket maupun wawancara tengtunya yang sesuai dengan jenis data apa yang ingin diperoleh.
    6. penelitian gabungan bukan hanya menggambarkan secara umum seuatu fenomena namun menggambarkan secara komprehensif dan mendalam. Contohnya peneliti menggunakan metode kuantitatif pada tahap pertama yang menghasilkan penelitian yang artificial, deduktif dan terlalu luas serta tidak mendalam. Dengan menggabungkannya dengan metode gabungan baik secara bersamaan atau berurutan, tentunya hasilnya akan lebih memberikan hasil yang komprehensif serta meminimalkan kelemahan-kelemahan.
    7. terstruktur, mengutmakan proses dan produk. Penelitian gabungan seperti yang telah dijelasakan adalah penelitian yang menggabungkan dua metode penelitian. hal ini tentunya dalam melaksanakan penelitian gabungan haruslah terstruktur serta dilakukan dengan baik dan teratur muali dari penyususnan proposal hingga turun lapangan dan menyusun hasil penelitian. Rancangan penelitian gabungan yang terstruktur sangat menuntut sebuah proses dalam pelaksanaannya karena membutuhkan ketelitian dan waktu yang lama dalam melakukan penelitian.

    Kelemahan penelitian gabungan

    1. memakan biaya yang banyak dan waktu yang lama dibandingkan hanya menggunakan satu metode penelitian
    2. memerlukan keterampilan peneiliti. Penelitian gabungan mnenuntut peneliti untuk menguasai dua penelitian. selain memahami penelitian kuantitatif peneliti juga harus paham dan terampil dalam penelitian kualitatif. Jika peneliti hanya menguasai salah sartunya akan mengalami kesulitan dan melakukan penelitian gabungan.
    3. organisasi tim peneiti yang baik sangat diperlukan. Penelitian gabungan yang kompleks memerlukan tim organisasi yang banyak baik secara kualitas yaitu keterampilan tim peneliti maupun kuantitas atau jumlah tim peneliti.
  • Penelitian Pre Eksperimen

    Penelitian Pre-Eksperimen

    Penelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai eskperimen sungguhan. Hal tersebut karena pada rancangan ini belum dilakukan pengambilan sampel secara acak atau random serta tidak dilakukan kontrol yang cukup terhadap variabel penganggu yang dapat mempengaruhi variabel terikat.

    Terdapat beberapa jenis penelitian pre-eksperimen diantaranya:

    a. One-Shot Case Study

    b. One Group Pretest-Postest

    c. Intact-Group Comparison.

    Ketiga rancangan pre-eksperimen menggunakan cara yang berbeda-beda, akan tetapi setiap rancangan diberikan perlakuan atau treatment. Perbedaannya terletak pada penggunaan pretest dalam rancangan (Yusuf, 2014).

    A. One-Shot Case Study

    Perlakuan diberikan pada suatu kelompok, sehigga tidak ada kelompok kontrol sebagai bandingan dari kelompok eksperimen. Perlakuan diberikan, dan selanjutnya diobservasi hasilnya dengan melaksanakan posttest (perlakukan adalah variabel bebas dan hasilnya adalah variabel terikat). Paradigma dari penelitian ini dapat digambarkan seperti di bawah ini:

    X                                 0

    X   adalah treatment yang diberikan  atau disebut variabel bebas

    0    adalah observasi atau variabel terikat

    Contoh:

    pengaruh pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar terhadap  motivasi dan hasil belajar. Terdapat kelompok murid yang menggunakan pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar. Kemudian diukur motivasi dan hasil belajar. Pengaruh tersebut diukur dengan membandingkan motivasi dan hasil belajar sebelum menggunakan menggunakan pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar. Pada peneltian tersebut, penggunaan pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar ,ditunjukkan dengan nilai t-hitung sebesar 28,648 yang lebih besar dari t-tabel yaitu 2,201. Motivasi belajar juga dipengaruhi secara signifikan, ditujukkan dengan nilai t-hitung sebesar 29,413 yang lebih besar dari t-tabel yaitu 2,201 (Sugiartini, 2015).

    B. One Group Pretest-Posttest

    Peneliti sebelumnya memberikan pre-test kepada kelompok yang akan diberikan perlakukan. Kemudian peneliti melakukan perlakuan atau treatment. Setelah selesai perlakuan, peneliti memberikan post-test. Besarnya pengaruh perlakuan dapat diketahui secara lebih akurat dengan cara membandingkan antara hasil pre-test dengan post-test. Untuk memudahkan memahami paradigma penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

    O1       X         O2

    Keterangan:

    O1 = nilai pretest

    O2 = nilai postest

    Contoh:

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Pemahaman Konsep Matematika. Pada penelitian ini terdapat pretest sebelum diberikan perlakuan. Perlakuan berupa pembelajaran inquiry, setelah itu diberikan perlakuan diadakan post-test (Suryana, 2015).

    C. Intact-Group Comparison

    Ada satu kelompok yang diteliti, tetapi kelompok tersebut kemudian dibagi menjadi dua. Setengah kelompok pertama disebut kelas eksperimen karena menerima perlakuan, sedangkan setengah kelompok selanjutnya disebut kelas kontrol karena tidak diberikan perlakuan. Paradigma penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

    X                     O1 

                            O2

    .

    Keterangan:

    O1 = Hasil pengukuran setengah kelompok yang mendapat perlakuan

    O2 = Hasil pengukuran setengah kelompok yang tidak mendapat perlakuan

    Pengaruh perlakuan adalah O1 – O2

    Contoh:

    adalah pengaruh metode demontrasi terhadap hasil belajar siswa dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Terdapat dua kelas yang mendapat pelajaran pendidikan kewarganegraan. Satu kelas diberikan pembelajaran dengan demontrasi, kelas yang lain diberikan pembelajaran dengan ceramah, Dalam krun waktu tertentu kemampuan siswa diukur. Jika kemampuan siswa yang diajar dengan menggunakan metode demonstrasi  lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan siswa yang diajar dengan metode ceramah, maka kesimpulannya adalah metode demonstrasi berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

    Daftar Pustaka

    Sugiartini, G. A. (2015). Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Media Gambar terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas VI SLB Negeri Gianyar. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 1-10.

    Suryana, H. M. (2015, Februari 5). Skripsi: IAIN Tulungagung Institutional Repository. Retrieved from IAIN Tulungagung Institutional Repository website: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/1066/

    Yusuf, A. M. (2014). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group.

     

     

  • Info Penting Pengumpulan KTI Peserta PMP-OMK XXI

    info penting pengumpulan KTI Peserta PMP-OMK XXI,

    silahkan akses link berikut:

    bitly/InfopengumpulanKTI

  • Divisi Kewirausahaan Periode 2017-2018

    Divisi Kewirausahaan atau yang sering disebut Divisi KWU adalah salah satu divisi dalam Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Peride 2017/2018. Divisi ini bertugas untuk mewujudkan LPM Penalaran UNM sebagai lembaga yang mandiri. Divisi  kewirausahaan  berkedudukan  sebagai  pelaksana  program  kepengurusan  dalam pembinaan  dan pengembangan  unit  usaha  LPM Penalaran  UNM.

    Divisi Kewirausahaan Periode 2017/2018;

    Ketua Divisi : Vivianti (Statistika, 2015)

    Staf Divisi     : Andi Muhammad Ikhsan (Geografi, 2015)

                             Faathir Almur (Kimia, 2016)

                             Fadila Insani Ahmad (Fisika, 2015)

                             Hidayat Tullah (Fisika, 2015)

                             Nurul Asmi (Matematika, 2015)

                             Ummi Chalsum (Fisika, 2015)

    Adapun Program Kerja Divisi Kewirausahaan Periode 2017/2018 yang telah diputuskan pada Rapat Kerja LPM Penalaran UNM yaitu:

    1. Pegawasan UUML

    Mengawal/mengontrol tugas pengelola UUML sesuai dengan pedoman.

    2. Pelatihan UUML

    Meningkatkan pengetahuan UUML tentang kewirausahaan dan pengelolaan unit usaha.

    3. Pengadaan Mitra

    Memperadakan mitra usaha untuk setiap UUML.

  • Divisi Pendidikan dan Pelatihan Periode 2017-2018

    Divisi Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) merupakan salah satu dari 5 Divisi yang ada di LPM Penalaran UNM  yang bertanggung jawab memberikan wadah bagi anggota LPM Penalaran UNM dalam hal pendidikan dan pelatihan, baik dalam bidang Penelitian maupun Keorganisasian.

    Divisi DIKLAT Periode 2017/2018

    Ketua Divisi  : Musarrafa (Fisika/2015)

    Staf Divisi     : A. Rafiqa Faradiyah (Pendidikan Matematika/2015)

    : Aprilia Dewi Umalia (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan/2015)

    : Fitriana (Bahasa dan Sastra Indonesia/2015)

    : Muh. Mahfud (Matematika/2016)

    : Muh. Wahyu (Geografi/2015)

    : Sakina Amaliah Pratiwi (Biologi/2016)

    : Wahyudin (Kimia/2016)

    Adapun Program Kerja Divisi DIKLAT Periode 2017/2018 yang telah diputuskan pada Rapat Kerja LPM Penalaran UNM yaitu, Pelatihan Metodologi Penelitian dan Orientasi Manajemen Keorganisasian XXI (PMP-OMK XXI), Kelas Riset, Kajian Keorganisasian dan Sharing Knowledge.

    1. PMP-OMK XX

    Program Kerja ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan LPM Penalaran UNM,  PMP-OMK XXI dilaksanakan untuk melakukan perekrutan anggota baru angkatan XXI, adapun tujuan diadakannya kegiatan Pelatihan Metodologi Penelitian dan Orientasi Manejemen Keorganisasian (PMP-OMK) didasarkan pada pedoman pengkaderan LPM Penalaran UNM adalah sebagai berikut:

    a.  Untuk memberikan pemahaman dan kemampuan dasar mengenai metodologi peneliti

    b. Untuk menanamkan jiwa kepemimpinan dan manajerial organisasi yang tangguh serta                            berwawasan luas.

    2. Kelas Riset

    Program Kerja Kelas Riset dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan Tugas dan Fungsi LPM Penalaran dalam memberikan wadah bagi mahasiswa dalam bidang penelitian. Tujuan dari Kelas Riset adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang penelitian melalui konsep interaktif antara pemateri dan peserta guna meningkatkan pemahaman secara signifikan bagi peserta. Dengan adanya Kelas Riset ini, diharapkan LPM Penalaran UNM akan menghasilkan kader-kader peneliti yang kompeten dan profesional.

    Kelas Riset periode 2017/2018 dikonsep seperti kelas-kelas perkuliahan di kampus, dimana Materi disajikan secara berkesinambungan dengan 1 pemateri tetap. Selain itu, kelas dibagi dalam empat bidang, yaitu Bidang Sains, Pendidikan, Sosial Humaniora, dan Teknologi,. Anggota akan memilih kelas sesuai dengan bidangnya, pada setiap bidang tersebut terdapat bedah Jurnal sesuai dengan bidangnya.

    3. Kajian Keorganisasian

    Program Kerja ini bertujuan untuk membentuk kemampuan manajerial organisasi bagi anggota LPM Penalaran UNM dalam melaksanakan program kerja kelembagaan. Dengan adanya kajian ini maka anggota LPM Penalaran UNM memiliki bekal pemahaman yang baik tentang manajerial organisasi. Kajian ini akan diadakan  sebanyak 6 kali dengan pemberian materi yang berbeda-beda. Materi pada kajian ini dianalisis sesuai dengan kebutuhan Lembaga.

    4. Sharing Knowledge

    Program ini dilaksanakan didasari bahwa Ilmu pengetahuan terus berkembang selaras terhadap perkembangan zaman, selalu saja ada penemuan baru, baik itu dalam bentuk teori, maupun teknologi. Olehnya Divisi Diklat melaksanakan Program ini dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada Anggota LPM Penalaran UNM terkait Ilmu Pengetahuan secara umum, isu-isu kontemporer, serta pengalaman para Alumni LPM Penalaran UNM dalam hal bidang ilmu maupun perjalanannya dalam meraih kesuksesan.

    Diluar dari Program Kerja tersebut, Divisi Diklat bertanggung jawab dalam hal pendidikan, keaktifan dan produktifitas kader LPM Penalaran UNM.

Close