Artikel

  • Penelitian Pre Eksperimen

    Penelitian Pre-Eksperimen

    Penelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai eskperimen sungguhan. Hal tersebut karena pada rancangan ini belum dilakukan pengambilan sampel secara acak atau random serta tidak dilakukan kontrol yang cukup terhadap variabel penganggu yang dapat mempengaruhi variabel terikat.

    Terdapat beberapa jenis penelitian pre-eksperimen diantaranya:

    a. One-Shot Case Study

    b. One Group Pretest-Postest

    c. Intact-Group Comparison.

    Ketiga rancangan pre-eksperimen menggunakan cara yang berbeda-beda, akan tetapi setiap rancangan diberikan perlakuan atau treatment. Perbedaannya terletak pada penggunaan pretest dalam rancangan (Yusuf, 2014).

    A. One-Shot Case Study

    Perlakuan diberikan pada suatu kelompok, sehigga tidak ada kelompok kontrol sebagai bandingan dari kelompok eksperimen. Perlakuan diberikan, dan selanjutnya diobservasi hasilnya dengan melaksanakan posttest (perlakukan adalah variabel bebas dan hasilnya adalah variabel terikat). Paradigma dari penelitian ini dapat digambarkan seperti di bawah ini:

    X                                 0

    X   adalah treatment yang diberikan  atau disebut variabel bebas

    0    adalah observasi atau variabel terikat

    Contoh:

    pengaruh pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar terhadap  motivasi dan hasil belajar. Terdapat kelompok murid yang menggunakan pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar. Kemudian diukur motivasi dan hasil belajar. Pengaruh tersebut diukur dengan membandingkan motivasi dan hasil belajar sebelum menggunakan menggunakan pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar. Pada peneltian tersebut, penggunaan pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar ,ditunjukkan dengan nilai t-hitung sebesar 28,648 yang lebih besar dari t-tabel yaitu 2,201. Motivasi belajar juga dipengaruhi secara signifikan, ditujukkan dengan nilai t-hitung sebesar 29,413 yang lebih besar dari t-tabel yaitu 2,201 (Sugiartini, 2015).

    B. One Group Pretest-Posttest

    Peneliti sebelumnya memberikan pre-test kepada kelompok yang akan diberikan perlakukan. Kemudian peneliti melakukan perlakuan atau treatment. Setelah selesai perlakuan, peneliti memberikan post-test. Besarnya pengaruh perlakuan dapat diketahui secara lebih akurat dengan cara membandingkan antara hasil pre-test dengan post-test. Untuk memudahkan memahami paradigma penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

    O1       X         O2

    Keterangan:

    O1 = nilai pretest

    O2 = nilai postest

    Contoh:

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Pemahaman Konsep Matematika. Pada penelitian ini terdapat pretest sebelum diberikan perlakuan. Perlakuan berupa pembelajaran inquiry, setelah itu diberikan perlakuan diadakan post-test (Suryana, 2015).

    C. Intact-Group Comparison

    Ada satu kelompok yang diteliti, tetapi kelompok tersebut kemudian dibagi menjadi dua. Setengah kelompok pertama disebut kelas eksperimen karena menerima perlakuan, sedangkan setengah kelompok selanjutnya disebut kelas kontrol karena tidak diberikan perlakuan. Paradigma penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

    X                     O1 

                            O2

    .

    Keterangan:

    O1 = Hasil pengukuran setengah kelompok yang mendapat perlakuan

    O2 = Hasil pengukuran setengah kelompok yang tidak mendapat perlakuan

    Pengaruh perlakuan adalah O1 – O2

    Contoh:

    adalah pengaruh metode demontrasi terhadap hasil belajar siswa dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Terdapat dua kelas yang mendapat pelajaran pendidikan kewarganegraan. Satu kelas diberikan pembelajaran dengan demontrasi, kelas yang lain diberikan pembelajaran dengan ceramah, Dalam krun waktu tertentu kemampuan siswa diukur. Jika kemampuan siswa yang diajar dengan menggunakan metode demonstrasi  lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan siswa yang diajar dengan metode ceramah, maka kesimpulannya adalah metode demonstrasi berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

    Daftar Pustaka

    Sugiartini, G. A. (2015). Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Media Gambar terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas VI SLB Negeri Gianyar. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 1-10.

    Suryana, H. M. (2015, Februari 5). Skripsi: IAIN Tulungagung Institutional Repository. Retrieved from IAIN Tulungagung Institutional Repository website: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/1066/

    Yusuf, A. M. (2014). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group.

     

     

  • Penelitian Kebijakan

    .

    PENELITIAN KEBIJAKAN

    Terdapat beragam jenis metode penelitian yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian. Salah satu metode penelitian adalah jenis metode penelitian kebijakan. Penelitian kebijakan bermanfaat untuk merumuskan, mengevaluasi, memperbaiki dan meningkatkan kualitas kebijakan baik yang sedang berjalan maupun yang sudah berjalan, serta mengukur dampak yang ditimbulkan dari kebijakan yang ada baik melalui pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif.

    Pengertian Penelitian kebijakan

    Menurut Putra (2012) Penelitian Kebijakan adalah penelitian yang dapat dilakukan apabila sedang diimplementasikan atau pun sudah diimplementasikan. Apabila sedang diimplementasikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas, efektivitas, dan efesiensi dari kebijakan tersebut, sedangkan apabila penelitian kebijakan itu dilakukan pada saat kebijakan itu sudah selesai diterapkan atau diimplementasikan bertujuan untuk menilai kebijakan tersebut secara menyeluruh.

    Ciri-ciri Penelitian Kebijakan

    1. Penelitian kebijakan memerlukan pemikiran yang intensif, kerja keras, dan kapasitas dalam merumuskan masalah dan kerangka masalah kebijakan yang jelas, terbatas ataupun terfokus.
    2. Bersifat aplikatif-praktis karena penelitian ini lebih mendahulukan tindakan nyata dalam menciptakan perubahan menuju ke arah yang lebih baik.
    3. Lebih terfokus pada tindakan–tindakan yang nyata sebagai usaha untuk menemukan solusi terhadap masalah-masalah fundamental (masalah yang benar-benar ada, dihadapi dan dirasakan dalam kehidupan sosial).
    4. Penelitian kebijakan harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan akurat, karena permasalahan yang timbul dalam masyarakat memerlukan solusi yang cepat atau segera ditangani.
    5. Dalam penelitian ini terdapat banyak keberagaman seperti deskriptif, analisis, hubungan kausal, dan eksplanasi. Sehingga penelitian kebijakan juga bisa menggunakan berbagai pendekatan, jenis atau strategi penelitian.

    Hal-hal penting

    Menurut Nugroho,(2011) bahwa terdapat beberapa hal penting terkait dengan penelitian kebijakan sebagai berikut;

    1. Penelitian kebijakan adalah kajian penting dalam ilmu sosial. Sebagai bagian dari ilmu sosial, penelitian kebijakan diharapakan dapat membatu dalam merekomendasikan kebijakan yang lebih berkualitas, efisien dan lebih efektif dari kebijakan sebelumnya, serta memiliki pengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sehingga penelitian tersebut dapat bermakna dan aplikatif.
    2. Kepustakaan mengenai penelitian kebijakan masih terbatas dan sangat jarang dilakukan. Kelangkaan kepustakaan terkait dengan fakta bahwa dalam penelitian kebijakan berkembang banyak pendekatan dan metode analisis dan evaluasi kebijakan
    3. Sebagian besar kaum akademisi tidak dapat membedakan antara analisis kebijakan dan penelitian kebijakan.

    Beberapa acuan yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian  kebijakan  yaitu

    1. Bagaimana menempatkan kawasan atau bidang penelitian kebijakan. Berfokus pada pembedaan penelitian apakah penelitiannya untuk kebijakan atau penelitian tentang kebijakan. untuk kebijakan lebih bersifat layanan kebijakan untuk memberikan masukan, evidensi data, pertimbangan, dasar konseptual-teoritis, deskripsi konteks yang lebih lengkap serta rinci yang membantu dalam merumuskan, menyempurnakan, dan mengimplementasikan kebijakan.
    2. Bagaimana seorang peneliti memposisikan dirinya sebagai orang luar atau sebagai orang dalam, apakah seorang peneliti itu adalah seorang praktisi atau seorang peneliti kebijakan yang profesional dalam melakukan penelitian.
    3. Apa yang menjadi fokus investigasinya, proses perumusan atau pembuatan kebijakan, apakah diseminasi, implementasi atau dampak kebijakan.
    4. Apakah penelitian tesebut dilakukan dalam ruang lingkup global, makro, atau mikro

    Langkah-langkah Penelitian Kebijakan

    Menurut putra dalam Dukeshire dan Thurlow, (2012) langkah-langkah penelitian kebijakan yakni;

    1. Melakukan identifikasi terhadap isu-isu kebijakan utama dan berbagai kemungkinan.
    2. Merumuskan masalah
    3. Menyusun rencana aksi terhadap pengimplementasian kebijakan
    4. Melakukan mentoring dan evaluasi

    Berdasarkan funsinya penelitian kebijakan dibagi atas dua jenis  atau kategori yaitu;

    1. Penelitian untuk kebijakan berfungsi sebagai pemberi layanan dalam bentuk evindensi, masukan yang bersifat verifikasi-afirmatif sebagai penyempurnaan untuk seluruh  tahapan dalam proses penelitian kebijakan dan dapat digunakan di setiap tahap  atau unsur kebikakan serta terhadap seluruhh unsur  tahapan kebijakan secara sekaligus.
    2. Penelitian tentang kebijkan berfungsi untuk memberikan kritik berupa perspektif alternatif bersifat falsifikasi  atau kritik-konstruktif  terhada peningkatan kualitas kebijakan melalui  perumusan kebijakan maupun unsut kebijakan  secara sekaligus.

     

    Daftar Pustaka

    Putra Nusa dan Hendarmawan. 2012.Metodologi Penelitian Kebijakan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

    Nugroho, Riant. 2011. Publik Policy. Jakarta: Gramedia

  • Penelitian Eksperimen Semu

    Rancangan Eksperimen Semu

    Penelitian Eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk meramalkan dan menjelaskan hal-hal yang terjadi atau yang akan terjadi di antara variabel-variabel tertentu melalui upaya manipulasi atau pengontrolan variabel-variabel tersebut atau hubungan diantara mereka, agar ditemukan hubungan, pengaruh, atau perbedaan salah satu atau lebih variabel (Bungin, 2005). Secara umum penelitian Eksperimen dibagi menjadi dua yaitu: eksperimen betul (true experiment) dan eksperimen tidak betul-betul tetapi hanya mirip eksperimen (Quasi Experiment Design). Perbedaan yang mendasar dari dua jenis ini adalah penelitian eksperimen betul (true experiment) mengontrol semua variabel yang dikehendakai sedangkan untuk penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment Design) peneliti tidak mampu mengontrol semua variabel yang mampu mempengaruhi.

    Khusus pada artikel ini akan dijelaskan mengenai Rancangan eksperimen Semu (quasi eksperimen). Rancangan eksperimen Semu (quasi eksperimen) adalah rancangan penelitian Eksperimen yang dilakukan pada kondisi yang tidak memungkinkan mengontrol atau memanipulasikan semua variabel yang relevan (Danim, 2013).  Oleh karena itu rancangan eksperimen ini sering dianggap sebagai eksperimen yang tidak sebenarnya. Menurut Yusuf (2014) Rancangan Penelitian  eksperimen semu (Quasi Experiment Design) ada tiga rancangan yang sering digunakan yaitu:

    1. The Time Series Experiment

    Pada rancangan ini dilakukan beberapa kali proses observasi atau pemberian test terhadap subjek sebelum dilakukan pemberian perlakuan untuk dapat mengetahui kecenderungan kelompok. Setelah itu dikaukan pemberian perlakuan. Sesudah diberikan perlakuan maka dilanjutkan dengan observasi kembali sebanyak beberapa kali, dengan menggunakan instrumen yang sama. Jarak waktu observasi pertama ke waktu selanjutnya harus memiliki jarak yang sama. Secara diagram Rancangan Penelitian ini sebagai berikut:

    OOOOX OOOO8

     

    Keterangan:

    X   = Perlakuan

    O1, O2, O3, O4, O5, O6, O7, dan O8 = test

     

    1. The Non-Equivalent Group Design

    Rancangan ini menggunakan pretest sebelum perlakuan untuk kelompok eksperimen dan kelompok  kontrolnya (O1, O3 ), hasil pretest akan menjadi dasar penentuan perubahan. Selain itu, dapat pula meminimalkan atau mengurangi kecondongan seleksi. Pemberian posttest  pada akhir kegiatan akan dapat menunjukkan seberapa jauh akibat perlakun (X). hal tersebut bertujuan untuk melihat perbedaan  skor sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Untuk menentukan perbedaannya dilakukan proses O2 – O1, sedangkan untuk kelompok control O4 – O3. Perbedaan O2 dan O4 akan memberikan gambaran lebih baik akibat perlakuan X, setelah memperhitungkan selisih O3 dan O1.

    Gambar rancangan secara diagram:

    E     O1 ————–X————– O2

    K     O3 ————– – ————– O4

    Keterangan:

    X  = Perlakuan

    O1, O2, O3, dan O4    = test (O1, dan Osebagai pretest  dan O2, dan O4 sebagai post test)

    1. The Equivalent Time Series Samples Design

    Rancangan The Equivalent Time Series Samples Design hamper sama dengan the time series design, yang membedakan adalah perlakuannya tidk hanya diperkenalkan tidak hanya satu kali, tetapi berulangkali yang diselingi adanya periode yang tidak diberikan perlakuan. Gambar rancangan secara diagram sebagai berikut:

    X1 O1  —  X0 O2 — X1 O3 – X0 O4

    Keterangan:

    X0    = tidak ada perlakuan

    X1    = ada perlakuan

    O1, O2, O3, dan O4 adalah observasi pada t1, t2, t3, dan t4

     

    Referensi:

    Danim, Sudarwan. 2003. Sejarah dan Metodologi. Jakarta: EGC.

    Yusuf, A. Muri. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.

    Bungin, M. Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.

  • RANCANGAN PENELITIAN EKSPERIMEN SUNGGUHAN

    Rancangan penelitian eksperimen sungguhan  (True experiment design) merupakan rancangan penelitian eksperimental yang meneliti tentang kemungkinan sebab-akibat antara kelompok yang diberi perlakukan (kelompok eksperimen) dengan kelompok kontrol (tidak diberi perlakuan) lalu kemudian membandingkan antara keduanya (Sani K, 2016).

    Penelitian eksperimen sungguhan adalah penelitian yang secara penuh mengontrol  semua faktor yang kemungkinan mengganggu validitas internal sehingga hal ini dapat memberikan kemantapan hasil yang dicapai sebagai efek perlakuan. Ada dua faktor yang kemungkinan mengganggu validitas internal yaitu faktor intrinsik yang meliputi perubahan pada diri individu atau unit yang dipelajari yang berlangsung selama penelitian (misalnya: history, kematangan, pengetesan, instrumentasi, mortalitas eksperimental, regresi statistika) dan yang kedua adalah faktor ekstrinsik yakni kemungkinan kecondongan hasil penelitian sebagai akibat perbedaan pemilihan  peserta dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Yusuf, 2014).

    Adanya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dipilih secara acak atau rambang merupakan ciri utama dari penelitian eksperimen sungguhan (Sugiyono, 2017). Rambang atau randomisasi merupakan salah satu cara yang dapat meminimalkan pengaruh faktor ekstrinsik, cara yang lainnya disebut matching. Randomisasi dan matching ini maksudnya adalah melakukan kontrol terhadap variabel terdahulu yang sudah diketahui, caranya adalah dengan memilij kelompok eksperimen berdasarkan karakteristik yang sama. selain itu dapat pula dilakukan dengan membuat kelompok kontrol dan eksperimen sama dalam variabel yang relevan.  Sedangkan pada faktor ekstrinsik dapat dilakukan dengan mengadakan kelompok kontrol (Yusuf, 2014).

    Ada dua jenis rancangan penelitian eksperimen sungguhan  yang sering digunakan yaitu posttest-Only control design dan pretest-posttest control group design.

    1. posttest-Only control design

    R       X     O1

    R              O2

    Menurut Sugiyono (2017), dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan  (X) dan kelompok kedua tidak diberi perlakuan. Kelompok yang diberi perlakuan disebut sebagai kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut sebagai kelompok kontrol. Pengaruh adanya perlakuan adalah (O1 : O2). Dalam penelitian yang sesungguhnya pengaruh perlakuan dianalisis dengan uji beda, dengan menggunakan statistik t –test. Misalnya seperti Apabila terdapat perbedaan yang sigifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara signifikan. Akan tetapi karena dalam desain ini tidak dilakukan pretest maka tidak dapat diketahui berapa besar pengaruh perlakuan yang diberikan.

    1. pretest-posttest control group design

    R               O1     X         O2

    R              O3                   O4

    Rancangan ini berbeda dengan one group pretest-posttest design, karena dalam pola eksperimen sesungguhnya selalu ada kelompok kontrol dan penentuan  subjek secara random. Selain itu, keadaan lingkungan baik untuk kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen selalu sama (Yusuf, 2014). Menurut Sugiyono (2017), adanya pretest bertujuan untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik adalah jika nilai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan. Pengaruh perlakuan adalah (O2 – O1)-( O4 – O3).

     

    Yusuf, A. Muri. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.

    Sani K., Fathnur. 2016. Metodologi Penelitian Farmasi Komunitas dan Eksperimental. Yogyakarta: Deepublish.

    Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

  • Penelitian Expo-Facto

    PENELITIAN EXPOST FACTO

    A. Pengertian Expost Facto

    Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempengaruhi variabel lain. Sedangkan secara umum, expost facto merupakan penelitian  yang dilakukan setelah apa yang akan diteliti itu terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variabel bebas secara keseluruhan sudah terjadi. Dengan kata lain, penelitian ini untuk menentukan apakah perbedaan yang terjadi antar kelompok subjek (dalam variabel independen) menyebabkan terjadinya perbedaan pada variabel dependen.

    B. Jenis-jenis Penelitian Expost Facto

    1. Causal Research (Penelitian korelasi)

    Causal research adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan ada tidaknya hubungan dan tingkatan hubungan antara dua atau lebih variabel. Penelitian korelasi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para peneliti yang hendak menggunakannya, yaitu:

    a. Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan penelitian tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen

    b. Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata

    c. Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan

     

    2. Causal Comparative Research (Penelitian Kausal Komparatif)

    Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.

    C. Karakteristik Penelitian Expost Facto

    1. Data dikumpulkan setelah semua peristiwa terjadi
    2. Terlebih dahulu menentukan variabel terikat kemudian menemukan sebab, hubungan dan maknanya
    3. Penelitian deskriptif yaitu menjelaskan penemuannya sebagaimana yang diamati
    4. Penelitian korelasional, mencoba menemukan hubungan kausal fenomena yang diteliti
    5. Penelitian eksperimental dan expost facto dasar logika yang digunakan dan tujuan yang ingin dicapai sama yaitu menentukan validitas empiris. Perbedaan antara penelitian eksperimen dan expost facto adalah tidak ada kontrol langsung variabel bebas dalam penelitian expost facto
    6. Penelitian ex post facto dilakukan jika dalam beberapa hal penelitian eksperimen tidak dapat dilaksanakan.

    D. Kelebihan Penelitian Expost Facto

    1. Melakukan hal yang tidak dapat dilakukan oleh penelitian eksperimen
    2. Memuat informasi mengenai sifat fenomena yang terjadi, pada kondisi apa fenomena terjadi serta dalam sekuensi dan pola apa fenomena terjadi
    3. Desain expost facto lebih bertahan karena kemajuan teknik statstik

    E. Kelemahan Penelitian Expost Facto

    1. Variabel bebas kurang terkontrol
    2. Sulit memastikan apakah faktor-faktor penyebab telah dimasukkan dan diidentifikasi
    3. Tidak ada faktor tunggal yang menjadi sebab suatu akibat, tetapi beberapa kombinasi dan interaksi faktor-faktor berjalan bersama di bawah kondisi tertentu menghasilkan akibat tertentu
    4. Suatu fenomena mungkin bukan saja hasil dari sebab yang banyak, tetapi juga dari satu sebab dalam satu hal dan dari sebab yang lain
    5. Jika terdapat hubungan antara dua variabel maka sulit dibedakan antara sebab dan akibat
    6. Tidak harus menyatakan hubungan sebab akibat apabila menemukan kenyataan yang menunjukkan dua atau lebih faktor berhubungan
    7. Mengklasifikasikan subyek ke dalam kelompok dikotomi (misalnya yang berprestasi dan yang tidak berprestasi) untuk tujuan komparasi penuh dengan masalah, karena kategori seperti ini adalah samar-samar, dapat bervariasi, dan sementara
    8. Penelitian komparatif dalam situasi yang alami tidak memberikan seleksi subyek yang terkontrol. Sulit menempatkan kelompok subyek yang sama dalam segala hal kecuali pemaparan mereka terhadap satu variabel

    F. Langkah-Langkah Penelitian Expost Facto

    1. Perumusan Masalah

    Rumusan masalah yang ditetapkan harus mengandung sebab bagi munculnya variabel dependen, yang diketahui berdasarkan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan atau penafsiran peneliti terhadap hasil observasi fenomena yang diteliti.

    1. Hipotesis

    Setelah masalah dirumuskan, peneliti harus mampu mengidentifikasikan tandingan atau alternatif yang mungkin dapat menerangkan hubungan antar variabel independen dan dependen.

    1. Pengelompokan Data

    Penentuan kelompok subjek yang akan dibagi, pertama-tama kelompok yang diplih harus memiliki karakteristik yang menjadi konsen penelitian. Selanjutnya Peneliti memilih kelompok yang tidak memiliki karakteristik tersebut atau berbeda tingkatannya

    1. Pengumpulan Data

    Hanya data yang diperlukan yang kumpulkan, baik yang berhubungan dengan variabel dependen maupun berkenaan dengan faktor yang dimungkinkan munculnya hipotesis tandingan.

    1. Analisis Data

    Teknik analisis data yang digunakan serupa dengan yang digunakan dalam penelitian diferensial maupun eksperimen. Di mana perbandingan nilai 7 variabel dependen dilakukan antar kelompok subjek atas dasar faktor yang menjadi konsen.

    1. Penafsiran Hasil

    Pernyataan sebab akibat dalam penelitian ini perlu dilakukan secara hati-hati. Kualitas hubungan antar variabel independen dan dependen sangat tergantung pada kemampuan peneliti untuk memilih kelompok perbandingan yang homogen dan keyakinan bahwa munculnya hipotesis tandingan dapat dicegah.

     

Close