Artikel

Benarkan.com: Inovasi Platform untuk Menverifikasi Artikel/Berita “Hoax”

Meningkatkan perdamaian untuk pembangunan berkelanjutan merupakan tugas dunia. Hal ini telah dijabarkan melalui 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs pada poin ke-16 yaitu Institusi Peradilan yang Kuat dan Kedamaian. Ditandainya sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung 25 September 2015 di New York, Amerika Serikat secara resmi telah menetapkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs sebagai kesepakatan pembangunan global. Selain itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak akan terwujud tanpa adanya perdamaian dan rasa aman. Untuk menjamin kesepamahaman seluruh Negara, dibuatlah portal atau situs yaitu worldslargestlesson.globalgoals.org. Portal atau situs tersebut bertujuan untuk menjelaskan lebih detail tentang 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dan menyediakan media pembelajaran bagi semua kalangan.

Layanan tersebut mendapatkan dukungan dari organisasi internasional sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan tersebut tinggi. Hal ini berbanding terbalik dengan banyaknya artikel atau berita dimedia sosial masyarakat Indonesia yang hoax atau tidak benar. Hal ini juga selaras dengan detail tujuan dari perdamaian dan kemanan yaitu artikel atau berita hoax. banyaknya berita yang tersebar memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia yang mengandung berbagai informasi (Wijaya, 2016). Informasi ini akan menimbulkan asumsi di berbagai kalangan apabila masyarakat tidak menyikapinya dengan baik, bahkan bisa jadi menimbulkan konflik.

Melalui internet, berita dengan mudah tersebar dimedia sosial. Akan tetapi, keakuratan dan kebenaran informasi tidak sesuai dengan realitanya. Pada tahun 2016, laman CNN Indonesia memberitakan laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa Ada 800 ribu situs penyebar hoax di Indonesia (Pratama, 2016). Hal inilah yang menyebabkan masyarakat sulit menganalisis berita yang benar atau salah. Terlebih, apabila masyarakat yang mudah percaya karena tidak mengetahui dengan baik berita yang ada lalu menyebarkannya. Apapun bentuk informasi dari media internet wajib diverifikasi kebenaranya, sebelum informasi tersebut menyebar (Arfianto, 2015).

Dampak dari keberadaan informasi yang tidak benar menimbulkan kebencian di masing-masing kalangan. Padahal layanan sosial media diciptakan salah satunya untuk menambah wawasan masyarakat. Sebelumnya, masyarakat mengenal istilah literasi media. Literasi media adalah kemampuan menganalisis pesan media dan memahami tujuan berita sehingga pembaca mampu bertanggungjawab dan memberikan respon yang benar ketika berhadapan dengan media (Rochimah dalam Angraini, 2016). Namun, ketajaman dalam menganalisis berita masih mengandalkan kemampuan individu. Sehingga diperlukan wadah untuk melaporkan ataupun menverifikasi berita yang ada agar tidak terjadi penyebaran informasi yang tidak benar. Dan tentunya, layanan tersebut harus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen seperti pemerintah.

BENARKAN.COM: Platform untuk Menverifikasi Artikel/Berita “Hoax

Platform benarkan.com merupakan website penyedia jasa untuk menverifikasi informasi yang  beredar di Indonesia yang dapat menimbulkan konflik. Masyarakat dapat mengirimkan artikel atau berita hoax, setelah itu masyarakat diberikan penjelasan mengenai kirimannya. Untuk menjaga integritas dari layanan ini, tentunya dikelola oleh pakar atau ahli dalam bidangnya serta peran masyarakat sekitar terkait keberadaan kasus di daerah.

Layanan ini selain menverifikasi informasi yang ada, juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, Masyarakat diberikan keleluasaan dalam mengirimkan artikel atau berita yang ingin diketahuinya. Dengan adanya platform benarkan.com dapat memberikan pengaruh positif terhadap setiap informasi yang ada.

Keberlanjutan dari platform ini, secara tidak langsung memberikan teguran kepada pihak pembuat informasi agar pekerjaan yang mereka lakukan akan jadi sia-sia. Sehingga kemunculan artikel/berita hoax semakin hari berkurang. Informasi yang beredar di masyarakat tidak menjadi masalah lagi untuk disebar luaskan.

Anggraini, Clara Novita. 2016.  Literasi Media Baru Dan Penyebaran Informasi Hoax (Studi Fenomenologi Pada Pengguna Whatsapp  Dalam Penyebaran Informasi Hoax Periode Januari-Maret 2015).  Thesis . Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi. Yogyakarta

Arfianto, Huda (2015) Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Dalam Penggunaan Informasi Yang Benar. Skripsi Thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Portal: http://worldslargestlesson.globalgoals.org/id/global-goals/peace-and-justice/

Pratama, Aulia Bintang. 2016. Ada 800 Ribu Situs Penyebar Hoax Di Indonesia. Http://Www.Cnnindonesia.Com/Teknologi/20161229170130-185-182956/Ada-800-Ribu-Situs-Penyebar-Hoax-Di-Indonesia/. Diakses Pada Tanggal 10 Mei 2017

Wijaya, Hermawan. 2016. Perancangan Kampanye Kritis Pada Berita Dan Kebenaranya Sebelum Menyebarkan Ke Masyarakat. Other Thesis, Fakultas Arsitektur Dan Desain Unika Soegijapranata.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close