Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » ANALOGI PERAHU DAN LAUT KEHIDUPAN ORANG BUGIS

ANALOGI PERAHU DAN LAUT KEHIDUPAN ORANG BUGIS

Bugis merupakan kelompok etnik dengan wailayah asal Sulawesi selatan. Penciri utama kelompok etnik ini adalah bahasa dan adat istiadat, kalau secara sejarah bugis adalah suku yang tergolong kedalam suku – suku melayu deuteron. Masuk kenusantara setelah gelmbang imigarasi pertama dari daratan asia. Kata “ Bugis” berasal dari kata to ugi,yang berarti orang bugis.

Penanaman ugi merujuk pada raja pertama kerajaan cina yang terdapat dipannama. Kabupaten wajo pada saat ini, yaitu lasutumpugi. Ketika rakyat la satumpuggi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. Merka menjuluki dirinya sebagai to ugi atau orang – orang pengikut dari la satumpugiayah dari we chudai saudara dari batara latu, ayah dari sawerigading. Dalam perkembangannya komunitas ini berkembang dan membentuk beberapa kerajaan, masyarakat ini kemudian mengembangkan kebudayaan, bahasa, aksara, da pemerintahan mereka sendiri. Beberapa kerajaan bugis klasik antara lain luwu, bone, wajo, soppeng, suppa, sawito, sidenreng dan rappang, meski tersebar dan membentuk suku bugis, tapi peroses pernikahan yang menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan mandar.

Saat ini orang bugis tersebar dari beberapa kabupaten, luwu, bone, sidrap, penrang, barru. Daerah peralihan antara bugis dengan Makassar adalah Bulukumb, sinjai, maros, pengkajene kepulauaan. Derah peralihan bugis dengan mandar adalah kabupaten polmas dan pinrang.

Analogi laut dan kapal

Pelaut merupakan hal yang sering di identikkan dengan orang bugis, karena setelah belanda masuk kesulawesi selatan banyak orang bugis pergi kedaerah lain menggunakan perahu bahkan dalam sejarah orang bugis pernah menginjakkan kaki di Australia menggunakan perahu pihinisi, jika hal itu di transformmasi kedalam kehidupan orang bugis, maka kehidupan orang bugis seperti laut yang kadang bisa murka kapanpun sedangkan ia sendiri seperti perahu dalam laut tersebut yang menerjang ombak, sehingga tidak salah ketika dikatakan orang bugis biasanya tipe keras, disiplin, dan loyalitas tinggi hal– hal yang harus dipunyai seorang pelaut untuk engarungi lautan agar tidak mati konyol dilaut.

Laut merupakan manifestasi dari kemestriusan masyarakat bugis, laut yang mempunyai harmonisasi dalam setiap gulungan ombaknya merupakan penggambaran dari orang bugis yang selalu loyal dalam sebuah peraturan adat yang membungkus kehudupan masyarakat bugis, keadaan laut yang susah ditebak menjadikan masyarakat bugis pada zaman penjajahan punya daya tawar luar biasa, dalam mengedepankan “ Siri Na pace”, masyarakat bugis yang bahkan rela mati untuk meperjuangkan haknya yang tidak mau siri’ nya ( malu ) di injak – injak sehingga sangat sesuai ketika dikatakan laut bisa menjadi tempat yang paling indah namun bisa pula menjadi tempat yang paling ganas yang punya kekuatan yang besar untuk menghancurkan,

Dalam sebuah kapal hal yang terpenting agar kapal tersebut sampai ketempat tujuan haruslah setiap individu dalam kapal tersebut bergotong royong, gotong royong dapat tercipta ketika rasa saling percayai, rasa saling menghargai mengikat meraka dalam suatu kesatuan begitupula implementasi bagi seorang bugis sejati, orang bugis sangat menhargai sesama mengaplikasikan norma bugis “ Sipakatau, Sipakainge, Sapaklebbi, Sipakarennu “ sehingga tercipta harmonisasi kehidupan.

Disisi lain dalam sebuah kapal pastinya punya seorang pemimpin atau nahkoda agar kapal tersebut berjalan dengan semestinya, sang nahkoda harus mempunyai beberapa sikap yang menjadi penting untuk pengambilan keputusan dalam kapal, dan sikap – sikap tersebut telah ada sejak dulu dihati setiap orang bugis “ Warani (Berani), Getteng (kuat), ada tongeng (Jujur) , sugi (Kaya akan segala hal), macca’ (Cerdas) “, hal – hal tersebutlah yang menajdikan tekad kuat dalam setiap hati orang – orang bugisLaut dan kapal merupakan simbolis dari hubungan yang san gat dekat atara orang bugis dangan setiap adat yang berlaku dalam kehidupan orang bugis, adat itu dipersonifikasikan sebagai manusia yang harus dipelihara dan di hormati. Menurut “ Latoa” dinyatakan bahwa apabila seseorang tidak mengenal apa yang disebut adat tak dapatlah orang itu disebut manusia karena adat itu memanifestasikan kajujuran, ketakwaan, kepada tuhan, dan ketigian moral serta martabat seseorang, adat adat terbut jujur, takwa dan martabat (Siri’) merupakan hal yang terpenuhi agar terciptanya harmonisasi kehidupan.

“ Punna teaimi adak, rewaka “ jika buan karena adat maka saya sudah melawan, adat bagi orang bugis merupakan sebuah keharusan untuk ditegakkan, kebebasan dan kemerdekaan merupakan siri’ bagi orang bugis dan harus diwujudakan agar ketertindasan tak lagi sebuah siri’, fakta ini bisa terllihat dari sejarah penjajahan belanda di Indonesia, dimana ada penjajahan disitu ada orang bugis merapatkan barisan untuk meriakan perlawanan, salah satu perlawanan yang paling terkenal di zamannya adalah Sultan Hasanuddin yang tetap mengadakan perlawanan terhadap penjajahan belanda, baik sebelum dan sesudah perjanjian bungaya, baik di daratan silawesi, diperairan nusantara, maupun di pulau jawa, khususnya di jawa timur.

Socrates sendiri pernah berkata “ Kenalilah dirimu” hal itu jika di Internaslisasi dari kehidupan orang bugis maka akan didapatkan sebuah isyarat mengenali diri sesungguhnya adalah upaya untuk menegakkan martabat dan harga diri atau siri sebagai seorang manusia. Orang bugis sangat berhati – hati dalam memperthankan adatnya karena adat bagaikan sebuah keharusan yang mempertahankan harmonisasi kehidupan To Ugi, bagaikan sebuah kapal yang bertahan di lautan, hal – hal yang harus dilakukan untuk mempertahankan kapal tersebut agar tak digulung oleh ombak adalah ade’ (adat).

Sehingga tak salah jika dikatakan adat istiadat yang ada sebuah sumber kaidah dalam sebuah sistem norma dan dapat memberikan petunjuk-hidup kepada masyarakat. Adat atau ade, adalam bahasa bugis bisa menjadi sebuh perisai sangat ampuh untuk setiap dotrin – dotrin negatife yang masuk ke dalam masyarakat, bahkan Arung Matowa Wajo yang bertahta sekitar tahun 1607 – 1610, telah menegaskan sejak dahulu mengatakan “ Naiya riyasenggnge adek iyanaritu pabbatang, naiya riyasengnge pab-batang, appesauna to-madodongnge atabbuturenna to-mawatangnge”, maksudnya yang dimaksud adat adalah penahan (larangan) dan penahan itu tempat berteduhnya orang lemah dan temat terbenturnya (tertahannya) tindakan orang kuat (suka menentang).

Namun sungguh miris ditengah seluruh pentingnya sebuah adat, generasi – generasi penerus Negara ini seakan lupa akan adatnya sendiri, adat dijadikan sebuah mitos yang tak harus dilakukan, adat merupakan hal kuno yang tak cocok dengan Negara ini, adat hanyalah manifestasi penggambaran masa lalu, hal – hal itu seakan mengakar dipikiran pemuda zaman sekarang, jadi tak heran jika sekarang banyak orang hanya mementingkan dirinya sendiri dibandingkan kepentingan orang banyakmaka mulai mengakar pulalah sikap korupsi, kolusi dan nepotisme yang mencabik – cabik negara ini,

Seharusnya sebagai Negara yang punya banyak budaya, kita tak lantas terlarut dengan hura – hura zaman moderen ini, adat merupakan hal penting karena arung matowa perna mengingatkan “ Rekko tenripogaui adek e mado – dongngi arunge, marasukkani to – tebbek- e” ,maksudnya, jika tidak lagi memperlakukan adat itu, maka lemahla raja (pemimpin) itu. Demikian pula rusaklah hidup dan penghidupan orang banyak (Rakyat jalat) Sehingga marilah kita kembali mempelajari adat kita masig – masing dan mempraktikkanya ke kehidupan, kita harus memegang teguh hal itu, karena apalah artinya sebuah adat tampa ada orang – orang yang taat padanya.

Tuesday, 05 March 2013 16:02 HUMAS

Related Post

Kekuatan dan kelemahan penelitian gabungan KEKUATAN DAN KELEMAHAN PENELITIAN GABUNGANPenelitian gabungan merupakan penelitian yang memadukan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pe...
Grounded Theory Grounded TheoryGrounded Theory atau teori dasar merupakan salah satu pendekatan dalam jenis penelitian kualitatif. Grounded Theory dapat pula dika...
Penelitian Korelasional A. Penelitian KorelasionalPenelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua ...
Jenis validasi penelitian Pengertian Validitas           Validitas sering diartikan dengan kesahihan. Suatu alat ukur disebut memiliki validitas bilamana alat ukur tersebut is...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *