Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Analisis Wacana Kritis

Analisis Wacana Kritis

Berbicara mengenai objek dari suatu penelitian, maka yang terpikir adalah orang yang dijadikan  ebagai objek penelitian/ sampel ataupun hewan dan tanaman yang diberikan perlakuan dalam waktu tertentu dalam artian dieksperimenkan . Dalam dunia bahasa, salah satu objek yang sering diteliti oleh para peneliti bahasa adalah sebuah wacana. Pendekatan dalam penelitian ini dikenal dengan istilah analisis wacana kritis. Analisis Wacana Kritis atau biasa disingkat dengan istilah AWK menyediakan teori dan metode yang bisa digunakan untuk melakukan kajian empiris tentang hubungan-hubungan antara wacana dan perkembangan sosial dan kultural dalam domain-domain sosial yang berbeda. Tujuan analisis wacana kritis adalah menjelaskan dimensi linguistik kewacanaan fenomena sosial dan kultural dan proses perubahan dalam modernitas terkini (Jorgensen dan Philips, 2007).

Untuk melakukan penelitian wacana dalam artian menganalisis wacana , maka peneliti harus memperhatikan unsur- unsur dari wacana itu sendiri yang terdiri dari unsure internal dan unsure eksternal. Unsur internal wacana terdiri atas satuan kata atau kalimat ,yang dimaksud satuan kata ialah tuturan yang berwujud satu kata. Untuk menjadi susunan wacana yang lebih besar, satuan kata atau kalimat tersebut akan bertalian dan bergabung (Mulyana, 2005 : 9).Unsur eksternal wacana dalam hal ini yaitu sesuatu yang juga merupakan bagian wacana, tetapi tidak eksplisit, sesuatu yang berada di luar satuan lingual wacana. Kehadirannya berfungsi sebagai pelengkap keutuhan wacana. Unsur-unsur eksternal wacana itu terdiri atas implikatur, praanggapan, referensi, dan konteks (Paina, 2010).

Kajian dari analisis wacana adalah setiap bentuk tertulis atau bahasa lisan, seperti percakapan atau artikel koran. Ini menyangkut alat dan strategi yang dipakai oleh seorang penutur ketika terlibat dalam komunikasi, seperti memberikan penekanan, penggunaan implikatur, metafora, diksi ataupun jenis tindak tutur yang digunakan. Terdapat beberapa kelemahan dalam pendekatan analisis wacana kritis seperti pada saat menganalisis suatu wacana, sangat diperlukan kecerdasan dan keterampilan yang tinggi agar dapat memahami maksud dari pembuat wacana tersebut. Selain itu dalam menafsirkan suatu wacana tidak hanya dipertemukan pada masalah kebahasaan, tetapi juga dihadapkan pada problematika sosial, sehingga dalam memahaminya kita agak menemui kesulitan.

Selain itu, pendekatan analisis wacana kritis ini juga mempunyai kelebihan dibandingkan dengan pendekatan lainnya misalnya tidak menggunakan teknologi seperti pada penelitian eksperimen dan idak memerlukan dana yang terlalu besar dan analisis wacana juga dapat diterapkan pada setiap situasi dan setiap subjek.

Sunting Referensi

Jorgensen, Marianne W. dan Louise J. Philips. 2007. Analisis Wacana Teori dan Metode. Yogyakarta:Pustaka Pelajar

Mulyana. 2005. Kajian Wacana : Teori, Metode dan Aplik asi Prinsip-Prinsip Analisis Wacana.Yogyakarta: Tiara Wacana.

Paina. 2010. “Tindak Tutur Komisif Bahasa Jawa: Kajian Sosiopragmatik”. Disertasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

30 October 2013 02:39 LITBANG LPM-PNL UNM Periode 2013/2014

Related Post

Penelitian Pre Eksperimen Penelitian Pre-EksperimenPenelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai e...
Penelitian Expo-Facto PENELITIAN EXPOST FACTO A. Pengertian Expost Facto Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempen...
Penelitian Kebijakan PENELITIAN KEBIJAKANTerdapat beragam jenis metode penelitian yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian. Salah satu metode penelitian adalah ...
Penelitian Eksperimen Semu Rancangan Eksperimen SemuPenelitian Eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk meramalkan dan menjelaskan hal-hal yang terjadi atau yang ak...