Artikel

Analisis Korelasi Ganda

Korelasi dapat diartikan sebagai salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel atau lebih yang sifatnya kuantitatif. Korelasi merupakan suatu teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi atau hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya (Dinafitri, et al., 2013). Korelasi merupakan teknik yang digunakan untuk menguji ada atau tidaknya hubungan serta arah hubungan dari dua variabel atau lebih (Hasanah, 2016).

Proses analisis korelasi atau pencarian hubungan antara dua variabel atau lebih dapat dinyatakan dalam beberapa bentuk hubungan, yaitu hubungan simetris yaitu hubungan yang menyatakan sifat kebersamaan antara dua variabel atau lebih, hubungan kausal yaitu hubungan yang bersifat saling memengaruhi antara satu variabel dengan variabel lain, dan variabel interaktif yaitu hubungan antar dua variabel atau lebih yang saling memengaruhi dimana kedudukan variabel X dan Y dapat saling menggantikan (Dinafitri, et al., 2013).

Salah satu bentuk dari korelasi adalah korelasi ganda. Korelasi ganda merupakan suatu nilai yang menekankan pada kuatnya pengaruh atau keterkaitan hubungan dua variabel atau lebih secara bersama-sama dengan variabel lain (Hasanah, 2016). Analisis korelasi ganda merupakan suatu alat statitik yang digunakan untuk mengetahui hubungan yang terjadi antara variabel terikat/ terpengaruh (variabel Y) dengan dua atau lebih variabel bebas atau variabel pengaruh ( X1; X2; X3, ….. Xn) (Ariadi, 2012). Pada umumnya analisis korelasi ganda bertujuan untuk mencari hubungan antara dua atau lebih variabel bebas dengan variabel terikat. Selain itu, analisis korelasi ganda juga dipergunakan untuk mencari kuat atau lemahnya hubungan antar dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Melalui korelasi ganda keeratan dan kekuatan hubungan antar variabel tersebut dapat diketahui.

Keeratan hubungan dapat dinyatakan dengan istilah Koefisien Korelasi. Koefisien Korelasi Ganda adalah indeks atau angka yang digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antar tiga variabel atau lebih (Ariadi, 2012).  Koefisien korelasi merupakan besar kecilnya hubungan antara dua variabel yang dinyatakan dalam bilangan yang disebut dengan koefisien korelasi. Koefisien korelasi disimbolkan dengan huruf R. “Besarnya Koefisien korelasi adalah antara -1; 0; dan +1” (Hasanah, 2016).

Menurut Hasanah (2016), langkah-langkah untuk melakukan analisis korelasi ganda yaitu:

  1. Buatlah H1 dan H0 dalam bentuk kalimat
  2. Buatlah H1 dan H0 dalam bentuk statistik
  3. Buatlah tabel penolong untuk menghitung nilai korelasi ganda
  4. Masukkan angka-angka statistik dari tabel penolong dengan rumus:

Selanjutnya berdasarkan hasil dari korelasi kemudian hitung korelasi ganda (R) dengan rumus:

Dimana  = koefisien korelasi ganda antara variabel x1 dan x2

 = koefisien korelasi x1 terhadap Y

= koefisien korelasi x2 terhadap Y

 = koefisien korelasi x1 terhadap X2

  1. Tetapkan taraf signifikansi (α), sebaiknya disamakan dengan α terdahulu.
  2. Tentukan kriteria pengujian R, yaitu :

Ha   : tidak siginifikan

H0   : signifikan

Ha    : Ryx1x2 = 0

H0    : Ryx1x2  ≠ 0

Jika : Fhitung ≤ Ftabel maka terima H0 (tidak signifikan)

          FhitungFtabel maka tolak H0 (signifikan)

  1. Mencari koefisien determinasi dengan rumus :

Koefisien determinasi adalah angka yang menyatakan atau digunakan untuk mengetahui kontribusi atau sumbangan yang diberikan oleh sebuah variabel atau lebih X (bebas) terhadap variabel Y (terikat) (Siregar, 2015).

KP = r2 x 100%

dimana :

KP : Besarnya koefisien penentu (diterminan)

r : Koefisien korelasi

  1. Cari Fhitung dengan rumus :

R : Nilai koefesien korelasi gandaKeterangan :

k : Jumlah variabel bebas

n : Jumlah sampel

  1. Cari Ftabel

Nilai Ftabel dapat dicari pada tabel Ftabel  dengan ketentuan:

Ftabel = F(α, k, dk)

Dimana

dkpembilang      = k

dkpenyebut        = n-k-1

dimana k    = banyaknya variabel bebas

 n                = banyaknya anggota sampel

dengan melihat tabel f didapat nilai Ftabel

  1. Kaidah pengujian

Jika: Fhitung Ftabel, maka tidak ada hubungan

Jika: Fhitung Ftabel, maka ada hubungan

  1. Bandingkan Fhitung dan Ftabel

Tujuan membandingkan Fhitung dan Ftabel ­ialah untuk mengetahui apakah ada hubungan atau tidak antara variabel X dan Y (Siregar, 2015).

   12. Buat kesimpulan

Daftar Pustaka:

Ariadi, Septi. 2012. (Korelasi Ganda) Multiple Correlation. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Dinafitri, Helsy, dkk., 2013. Statistika Dasar “Analisis Korelasi”. Palembang: Universitas Sriwijaya.

Hasanah, Atsna Nur.  2016. Analisis Korelasi Ganda. Surabaya: Universitas Surabaya.

Siregar, Syofian. 2015. Statistika Terapan untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Prenadamedia Group.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close