Artikel

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berasal dari istilah “action research” dalam penelitian pendidikan dijadikan sebagai aliran tersendiri, sehingga untuk membedakan “action research” dengan bidang lain maka peneliti pedidikan menggunakan istilah “classroom action research” (Muslich, 2012). Hopkins dalam Muslich (2012) mendefinisikan PTK sebagai suatu tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan rasionalisasi dalam pelaksanaan tugas dan pemahaman situasi pada proses pembelajaran yang dilakukan dengan pengkajian yang bersifat reflektif.  Menurut Muslich (2012) PTK memiliki lima kata kunci yang merupakan inti dari definisi PTK itu sendiri yakni : Bersifat reflektif, dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dilaksanakan secara sistematis dan sikap mawas diri serta bersifat situasional dan kontekstual.

Penelitian tindakan kelas atau classroom action research merupakan penelitian ilmiah mikro yang sifatnya partisipatif dan kolaboratif. Partisipatif dilihat dari penentuan topik, perumusan masalah, perencanaan, pelaksanaan, analisis dan pelaporannya, untuk kolaboratif sendiri dilihat dari segi pelaksanaannya terkhusus pada pengamatan yang akan dilakukan (Muslich, 2012). Penelitian tindakan kelas pada dasarnya digunakan untuk pemecahan masalah yang dihadapi pada berbagai tempat misalnya di kantor, di rumah sakit, di kelas, maupun tempat-tempat tugas lain dalam tugasnya sehari-hari. Hasil dari penelitian tindakan kelas tidak dapat diberlakukan secara general karena penelitian yang dilakukan seringkali terkhusus pada masalah yang dihadapai peneliti itu sendiri dan terbatas untuk pemecahan masalah yang dihadapinya. Penelitian tindakan kelas yang bersifat mikro ini tidak dapat disamakan dengan penelitian studi kasus, dalam penelitian tindakan kelas tujuan dan sifat kasus yang ingin dipecahkan tidak memiliki keunikan tertentu sebagaimana kasus yang akan diteliti pada penelitian studi kasus. Adapun kesamaan yang mungkin ada  adalah terkait hasil dari kedua penelitian ini, yakni hasil yang didapatkan sama-sama tidak dapat digeneralisasikan atau diberlakukan secara umum yang kembali pada tujuannya yakni pemecahan masalah yang dihadapi.

Muslich (2012) memaparkan tujuan penelitian tindakan kelas sendiri adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas serta saat diaplikasikan dalam sekolah dapat membantu guru dalam memecahkan masalah pembelajaran juga dalam kaitannya dengan pemberdayaan guru. Menurut penulis sendiri, berdasarkan pemaparan diatas tujuan dari penelitian tindakan kelas adalah untuk mendapatkan pemecahan masalah yang benar-benar sesuai dengan masalah yang dihadapai dalam sebuah kegiatan, dimana pemecahan masalah yang didapatkan tersebut dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Sesuai dengan pernyataan Muslich, dalam kaitannya dengan penerapan disekolah, guru akan kritis terhadap apa yang akan mereka lakukan tidak monoton sesuai dengan teori yang bersifat universal karena dalam pengaplikasian suatu teori seringkali ada hal yang tidak cocok diterapkan pada kondisi dan situasi kelas.

Manfaat penelitian tindakan kelas terbagi menjadi dua, yakni bagi guru dan siswa. Bagi guru dengan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas maka akan memacu kompetensi guru agar lebih meningkat dalam mengatasi masalah pembelajaran, yang berefek pada peningkatan sikap profesional guru. Bagi siswa dengan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas akan ada perbaikan dan peningkatan kinerja belajar siswa yang memacu kompetensi persaingan belajar siswa, dengan perbaikan-perbaikan tersebut maka akan ada peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas dengan adanya usaha pengembangan pribadi siswa disekolah. Analisis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pengajaran, metode, alat bantu dan sumber belajar serta evaluasi-evaluasi bisa saja menjadi hal-hal yang akan dipecahkan dalam penelitian tindakan kelas sehingga manfaatnya akan terjadi peningkatan dan perbaikan terhadap hal-hal yang diteliti tersebut. Kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan sampai dengan penerapan kurikulum yang berlaku saat terjadi peningkatan setelah dilakukannya perbaikan berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas maka hal-hal tersebut merupakan manfaat yang didapatkan dari penelitian tindakan kelas (Muslich, 2012).

Daftar Pustka

Muslich, Masnur. 2012. Melaksanakan PTK itu mudah (classroom action research).  Jakarta: Bumi aksara.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close