Artikel

BERORGANISASI ALA PENALARAN

(Sebuah Pengantar Diskusi Menuju Orientasi Anggota Baru Penalaran Angkatan XIV) Oleh : Erwin Saputra*

Pengantar

Sebelum lebih jauh mendiskusikan tentang Penalaran, yang kini memasuki orientasi kekaderan di angkatan XIV, pemikiran penulis menerawang jauh ke 4 tahun yang lalu saat penulis juga berada pada pertanyaan serupa dengan para pembaca, akan dibawa kemana kita, akan bermuara dimana kita setelah tiba di sebuah oase bernama Orientasi Anggota Baru dan biasanya dilanjutkan dengan pengukuhan anggota baru dan penandatangan buku registrasi, tertanda telah sah dan meyakinkannya kita untuk mendampuk peran sebagai anggota disalah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Negeri Makassar tersebut. Apakah hanya akan sampai disitu? Mengutip pernyataan salah satu pemain OVJ di sebuah stasiun TV swasta, katanya Oh Tidak bissaa! Lalu, apa yang harus dilakukan? Itu yangakan menjadi bahan diskusi bagi kita bersama.

Definisi Organisasi

Pertama yang harus didefinisikan adalah kata definisi itu sendiri. Mengapa demikian? Sebab dengan adanya perbedaan diantara kita dalam mendefinisikan suatu dapat menjadi diskusi/kesepahaman kita bisa, meskipun kita merujuk satu kata yang sama. Artinya kita harus mengacu pada makna yang sama. Lalu Apa defenisi dari defenisi?. Definisi pertama dari kata definisi adalah membatasi sesuatu, sehingga kita dapat memiliki pengertian terhadap sesuatu. Misalnya sawah kita berbatasan dengan sungai, jalan raya, dan kebun. Maka defenisi sawah kita adalah sebidang sawa yang letaknya disin dan berbatasan dengan ini..ini.. dan seterusnya, sehingga menjadi jelas. Jadi defenisi dari defenisi adalah memberikan pengertian/penjelasan tentang sesuatu hal dan disertai dengan batasan-batasan,sehingga hal tersebut menjadi jelas. Dapat disimpulkan bahwa inti definisi yang pertama ini adalah menjelaskan sesuatu yang terbatas. Konsekwensinya, jika sesuatu tidak terbatas maka tidak dapat didefinisikan. Definisi yang kedua dari kata definisi adalah menjelaskan sesuatu denga beberapa pendekatan, sehingga sesatu itu jelas. Misalnya, jika kita ingin mendefinisikan kertas, maka kita gunakan bentuk, warna, tekstur, kegunaan, sumber dan seterusnya, sebagai pendekatan untuk memberikan kita pemahaman tentang kertas, sehingga gambaran tentang kertas bagi kita menjadi jelas adanya.

Organisasi sendiri adalah tempat berkumpulnya berbagai individu-individu yang memiliki tujuan yang sama. Organisasi sendiri merujuk pada sekumpulan orang-orang dalam ruang dan waktu yang sama. Orang-orang yang terlibat dalam organisasi memiliki visi, misi dan tujuan yang mereka sepakati bersama. Jika ada yang ingin masuk dan terlibat dalam organisasi tersebut maka mereka harus dapat menyesuaikan diri dengan visi, misi dan tujuan organisasi tersebut. Pilihan untuk masuk ke organisasi tertentu bukanlah karena dorongan dari orang lain, karena cerita yang berkembang diluar, tapi murni karena dorongan dan pilihan dari dalam diri sendiri. Sehingga ketika bergabung nanti, segala model konsekwensi bisa diemban dengan baik. Organisasi mengajarkan untuk menerima perbedaan, berbagi semangat dan tentunya mengajarkan kita tentang perbedaan yang ada dalam suatu lembaga. Ada yang karakternya keras, lemah lembut, pendiam, sabar dan berbagai macam tipikal karakter manusia. Maka sepertinya itulah dinamika organisasi, memahami organisasi berarti memahami individu-individu yang terlibat didalamnya, hanya kader yang loyal dan punya komitmen serta konsistensi yang tinggi lah yang bisa bertahan di lembaga tersebut.

Kondisi Idealitas Penalaran Sejak kurang lebih 13 tahun yang lalu, Kanda Indra Gunawan dkk sebenarnya sudah mulai memikirkan untuk melakukan konsolidasi secara menyeluruh melalui semua komponen di Universitas Negeri Makassar dengan mengajak para petinggi-petinggi organisasi di lingkup kampus Universitas Negeri Makassar, termasuk yang sering mengikuti lomba karya tulis ilmiah dan mewakili UNM di lomba-lomba karya tulis ilmiah, sebutlah misalnya Kanda Rais Misi dan Farida Aryani serta beberapa nama lain. Di masa awal perjalanannya, dengan 1 buah komputer butut, mulailah LPM Penalaran UNM yang awalnya masih bernama UKM Penalaran berjalan mengikuti dinamika organisasi yang tentunya sarat dengan berbagai tantangan dan pesimisme orang-orang di lingkup kampus terhadap organisasi yang masih sangat baru ini. Bersyukurlah saya, bisa merasakan dinamika organisasi mulai dari kepemimpinan Kanda Muhammad Hasbi, Kanda Irham Ahmad, Arman M. Yusuf, Darul Syahdanul, dan Wahyuddin MY. Segala macam tantangan dan dinamika terjadi di tiap kepengurusan dan periode, tentunya saya tidak ingin beromantisme, namun mengajak rekan-rekan untuk kembali berefleksi bahwa LPM Penalaran UNM akan bisa maju, besar jika didukung secara bulat dan penuh oleh setiap individu didalamnya.

Temanteman mungkin tidak pernah akan menemukan dilembaga manapun jika ada yang ingin menjadi ketua harus dipaksa, hanya di Penalaran-lah itu bisa ada. Saya tidak tahu kenapa, mungkin perlu kembali kita mengadopsi kembali model pengkaderan dan perekrutan dengan 2 pintu, PMP OAB dan Latihan Kader Manajemen Mahasiswa ( LKMM) yang pernah diadakan di LPM Penalaran UNM. Karena kita sebenarnya tidak butuh kader yang hanya berorientasi lomba dan mengejar prestasi semata, tapi juga kader yang dengan penuh daya juang berusaha untuk membesarkan lembaga, dengan segala konsekwensi yang akan dihadapi nantinya. Penalaran akan mengajarkan betapa eratnya makna persaudaraan, kekeluargaan, meski kadang perbedaan pendapat menyurutkan semangat- semangat, namun yakinlah bahwa itu hanya bagian dari betapa pentingnya memahami makna, betapa pentingnya memahami tentang perbedaan. Penalaran hanya ruang, yang akan diisi oleh spirit dari setiap individu individu yang akan membesarkannya. Anda mungkin tidak butuh Penalaran, tapi Penalaran sangat membutuhkan anda. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Bung Karno jika ia hidup kembali mungkin seolah-olah berkata: “Katakanlah sekarang tentang apa yang telah saya katakan waktu dahulu”. Yang kita butuhkan sekarang adalah “kata” atau wacana, yang membawa proses penyadaran, pencerahan, dan membuat kita berpikir, berimajinasi, juga keinginan untuk bertindak atas sesuatu.

Salam Penalaran !!!

*Erwin Saputra lahir di Mare, 20 Agustus 1985.Menyelesaikan pendidikan SD sampai SMA di kampung halamannya, Watampone Kabupaten Bone.Setelah itu hijrah menjadi mahasiswa di jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar.Pernah menjadi Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi di HMJ Tekpen FIP UNM periode 2005-2006, Sekretaris Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan peridoe 2007-2008, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Lembaga Penelitian Mahasiswa UNM periode 2007-2008, Dewan Pendamping LPM Penalaran UNM periode 2008-2009 dan 2009-2010.Karir dunia kemahasiswaan di lingkup eksternal kampus adalah Sekretaris Umum Kesatuan Pelajar Mahasiswa Bone( KEPMI-BONE) Komisariat Lapawawoi Universitas Negeri Makassar periode 2006-2007, Kordinator Badan Pengawas Ikatan Mahasiswa Teknologi Pendidikan se Indonesia periode 2007-2009 dan Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan se Indonesia wilayah Indonesia Timur periode 2007- 2009

20 March 2011 14:11 erw in saputra

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close