Artikel

CINTA ITU ALAMIAH DAN ILMIAH

Ketika kita berbicara masalah cinta, akan terjadi suatu proses luar biasa dalam pikiran yang susah dijelaskan secara ilmiah. Bahkan Habiburrahman El-Zhirazy, dalam novelnya yang berjudul “Ketika Cinta Bertasbih”, melalui tokoh utamanya, Anna, mengatakan bahwa kata-kata akan pecah berkepingkeping ketika sampai pada apa itu “cinta”. Padahal sebenarnya perasaan cinta yang selama ini kita rasakan merupakan proses alamiah yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Ada banyak jenis cinta, diantaranya adalah cinta pada diri sendiri, cinta pada ibu, cinta pada ayah, cinta pada keluarga, cinta pada lawan jenis yang sebaya, dan sebagainya. Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah cinta pada lawan jenis yang sebaya. Dari mana datangnya lintah? Dari sawah turun ke kali Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati Pantun di atas ternyata tidak sejalan dengan fakta lmiah.

Meski cinta datang melalui indera seperti mata, hidung, dan kulit, tetapi tidak langsung turun ke hati. Ada beberapa jenis senyawa kimia (hormon) yang mengalir dalam tubuh orang yang sedang jatuh cinta. Ketika dua orang saling bertatapan, bersentuhan kulit, atau mencium bau wewangian, hal tersebut akan merangsang produksi senyawa kimia yang mengalir begitu cepat dari otak ke seluruh sel saraf tubuh. Ada empat tahapan proses kimiawi dan biologis yang terjadi pada tubuh seseorang ketika sedang jatuh cinta. Pertama, tahap terkesan. Tahap ini terjadi ketika terjadi kontak indera antara dua orang, seperti bertatapan, bersentuhan, atau mencium bau wewangian. Kontak indera tersebut bisa membuat kita terkesan mungkin dengan penampilan fisik, sikap, atau aura seseorang. Kedua, tahap bahagia.

Ketika seseorang terkesan dengan orang lain, otaknya akan terangsang sehingga menghasilkan senyawa-senyawa amfetamin. Senyawa-senyawa tersebut menyebar ke seluruh tubuh dan membangkitkan gairah cinta. Gairah cinta inilah yang membuat orang tersebut merasa bahagia dan gembira, bahkan bisa menyebabkan euforia (rasa gembira yang berlebihan). Jadi, jangan heran jika melihat orang yang sedang jatuh cinta sering tertawa dan senyum-senyum sendiri. Tahap pertama dan kedua terjadi begitu cepat sehingga seseorang bisa saja jatuh cinta dalam waktu kurang dari seperlima detik. Fenomena ini lebih dikenal dengan istilah cinta pada pandangan pertama. Ketika perasan cinta muncul, tubuh akan memproduksi hormone dopamine yang bisa membuat kita ketagihan untuk selalu bertemu dengan orang yang disukai. Ketiga, tahap pengikatan.

Tubuh orang yang sedang jatuh cinta juga menghasilkan hormone endorphine. Endorphine akan menimbulkan perasaan damai, aman, dan tentram ketika berada di sisi sang pujaan hati. Semakin sering bertemu, senyawa endorphine pun semakin banyak disekresikan. Itulah sebabnya hubungan jarak jauh sangat sulit untuk dipertahankan karena tubuh hamper tidak menghasilkan hormone endorphine. Keempat, tahap persekutuan kimiawi. Pada tahap ini, tubuh akan memproduksi hormone vasopressin dan oxytocine yang menyebabkan sepasang kekasih semakin rukun dan intim. Senyawa ini bisa membuat sel saraf semakin peka sehingga membangkitkan perasaan nikmat ketika sedang bercinta. Oleh karena itu, pikiran dua orang yang sedang jatuh cinta terikat sangat kuat, meskipun keduanya memiliki latar belakang kepribadian yang berbeda. Selain hormon-hormon yang telah disebutkan di atas, masih ada tiga jenis hormon yang biasa diproduksi tubuh ketika kita jatuh cinta, yaitu fenylethilamin, adrenalin, dan feromon. Ketiganya bisa bekerja kapan saja, tergantung pada situasi dan kondisi kita.

Bagaimana perasaan Anda ketika mendengar pujian atau rayuan dari sang kekasih? Biasanya pernafasan menjadi lebih cepat, keluar keringat, dan seolah-olah melayang tinggi ke awan. Gejala tersebut muncul sebagai akibat dari produksi hormone fenylethilamin. Jika Anda merasakan gejala yang sama, artinya hormone fenylethilamin Anda masih diproduksi dan berfungsi dengan baik. Fenylethilamin biasanya berpasangan dengan adrenalin. Hormon adrenalin bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan karena memperlambat kerja organ pencernaan. Itulah sebabnya mengapa orang yang sedang jatuh cinta tingkat tinggi malas makan. Zat kimia yang juga berperan penting menghubungkan dua insan yang sedang keasmaraan adalah feromon. Sumber feromon berada di daerah ketiak sehingga bercampur dengan keringat. Namun, feromon akan menguap ke udara dan terpisah dengan keringat. Zat kimia ini hanya bisa tercium oleh vomeronasalorgan (VNO), yaitu organ pada lubang hidung yang memiliki kepekaan seribu kali lipat dari organ penciuman biasa. VNO mampu mendeteksi 30 pikogram feromon. Hormon feromon yang tercium oleh VNO mampu mempengaruhi detak jantung, pernafasan, suhu tubuh, kondisi psikologis, dan kelenjar hormon.

Tidak mengherankan jika orang yang jatuh cinta sering tersipu malu, wajah memerah, tangan berkeringat, dan salah tingkah. Kontak tubuh sangat diperlukan dalam rangka pemindahan bau feromon. Karena itu, seorang wanita biasanya lebih suka didekap sehingga hidungnya lebih dekat pada ketiak kekasihnya. Jadi, perasaan cinta yang sering kita rasakan serta gejala-gejalanya bukanlah misteri, melainkan proses alamiah yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Ketika Anda sering tertawa sendiri bahkan mengalami euforia, ketika dalam pikiran Anda selalu terbayang-bayang wajah seseorang, ketika Anda merasa senang saat dekat dengannya dan gelisah saat jauh darinya, dan ketika Anda seolah-olah melayang ke udara saat mendengar pujian darinya, maka janganlah heran dengan itu, karena itulah cinta. Sumber bacaan: Mohamad Amin, Mengungk ap Misteri Cinta (Paradigma Biologi dan Kimia), dalam Chimera (Jurnal Biologi dan Pengajarannya), Tahun 4, Nomor 1, Januari 1999. Tulisan ini juga bisa dibaca di www.somasalims.blogspot.com

17 March 2011 05:36 Soma Salim

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close